Polda Sumut: Pasien Covid-19 yang Dipukuli Meludahi Orang dan Menyebar Virus

Pasien Covid-19 yang ramai dipukuli takut bertemu orang. Foto: @Jhosua_lubis (Instagram)

MEDAN, KabarMedan.com | Pemukulan pasien Covid-19 yang viral di media sosial ramai dibicarakan masyarakat. Terutama narasi yang beredar adalah pasien tersebut ditolak warga satu kampungnya saat hendak melakukan isolasi mandiri.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi yang datang ke lokasi juga mengatakan peristiwa ini terjadi hanya karena warga ingin mengamankan Salamat yang lari saat isoman. Warga tersebut mengamankan Salamat yang terus menerus mengejar ingin memeluk warga.

“Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada COVID. Yang bersangkutan keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang.  Setelah diamankan, yang bersangkutan juga langsung dibawa ke RS di Silaen, namun sudah 2 kali lari dari RS,” tutur Hadi, Minggu (25/7/2021).

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Kejadian yang terjadi di Kampung Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Toba Samosir tersebut awalnya diungkap oleh instagram @Jhosua_lubis yang mengatakan pamannya telah dianiaya oleh masyarakat sekitar akibat Covid-19.

“Awalnya Tulang saya terkena Covid-19, Dokter menyuruh isolasi mandiri. Tetapi masyarakat tidak terima, akhirnya dia dijauhkan dari kampung bulu silape,” tulis Jhosua pada caption, Sabtu (24/7/2021).

Ia bahkan mengatakan pihak keluarga tak terima akan kejadian yang menimpa pamannya dan meminta keadilan dan para pelaku dapat ditindak sebagaimana mestinya.

“Kondisi yang depresi & takut untuk bertemu dengan orang-orang sekitar dikarenakan kejadian sebelumnya. Kami pihak keluarga meminta keadilan dituntut seadil-adilnya untuk para pelaku,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut Bupati Kabupaten Toba, Poltak Samosir menyampaikan pemberitaan awal tersebut tidak benar. Masyarakat sekitar hanya berupaya mengamankan Salamat karena ia berupaya lari dari isolasi mandiri yang harusnya ia jalani.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Salamat Sianipar ini,” kata Bupati Toba, Poltak Sitorus pada Minggu (25/7/2021).

Poltak mengatakan hal itu setelah pihaknya sudah menemui pihak keluarga dari Salamat untuk mendapatkan informasi terkait hal ini. Poltak mengatakan pemerintah Kabupaten Toba telah membawa Salamat ke RSUD Porsea untuk menjalani perawatan.

Kabid Humas Polda Hadi Wahyudi juga menyampaikan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada keluarga dan warga kampung atas peristiwa itu.

“Pada pihak keluarga sudah dimintai keterangan, warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangannya untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut.,” jelasnya. [KM-06]