RIAU, KabarMedan.com | Kapolsek Tambusai Utara Iptu Raja Napitupulu mengaku pihaknya sudah mendengar dan melihat video viral tentang pengancaman terhadap korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh personelnya.
Ia mengatakan anggota yang diduga terkait sudah dipanggil ke Polres Rokan Hulu untuk diperiksa. Sementara video tersebut masih akan diselidiki terlebih dahulu.
Menanggapi pemberitaan dugaan ancaman yang dilakukan oleh personelnya, Raja mengatakan tak mungkin ada pemaksaan damai yang dilakukan terhadap korban.
“Mana mungkin kita suruh berdamai. Tidak benar itu. Korban dan pelaku tidak berdamai,” ujarnya, Jum’at (10/12/2021).
Sementara itu Kapolres Rokan Hulu, AKBP Wimpiyanto mengatakan pihaknya akan dengan tegas mengusut dugaan pengancaman terhadap korban tersebut. Saat ini personel polisi yang diduga melakukan pengancaman dan melontarkan kata-kata kasar kepada korban tengah diperiksa di propam.
Suami korban berinisial S (28) mengatakan video tersebut direkam diam-diam oleh istrinya. Ia mengatakan pengancaman itu ia dan istrinya dapatkan tak lama dari mereka melaporkan 4 pelaku ke polisi.
“Sebelumnya kami disuruh ke Polsek, kami disuruh tanda tangan surat perdamaian dengan pelaku,” ujar S, Jum’at (10/12/2021).
S mengaku dirinya sudah menolak damai lantaran istrinya telah diperkosa berulang kali oleh pelaku disertakan ancaman yang bahkan membuat anak mereka meninggal.
“Saya bilang saya tidak mau, tapi surat itu tetap diketik dan disuruh tanda tangan,” tuturnya.
Sementara itu, sosok yang diduga personel polisi dalam video tersebut mengancam pelaku dengan embel-embel pertolongan agar anak korban tidak terlantar, jika tidak korban juga sudah masuk penjara.
“Keterangan palsu kalian. Aku menenggang kaunya, anak mu nanti gimana terlantar kalian semua. Kau punya anak kan? Ya kau punya anak kan terlantar nanti kan? Ini udah ditolong ini lo. Saya masih punya hati nurani kalau nggak masuk (penjara) kau sekarang itu. Kau yang ditolong, kalian yang ditolong,” ujar pria tersebut.
“Jangan lah kayak gitu, pas datang kek lon*e kau, nangis-nangis kau,” lanjutnya.
Ia pun melanjutkan ancamannya jika korban tidak datang dan menyetujui permintaan dari terduga polisi tersebut, makan juga akan dijadikan tersangka.
“Kalau nggak datang lewat jam 10 selesai kau, biar ku buat tersangkanya. Melawan kalian? Atau kau aja yang masuk? Gantian?” katanya.
Sementara itu, S selaku suami korban menyesali apa yang istrinya terima dari yang diduga sosok personel polisi tersebut.
“Bapak ngancam-ngancam awak terus, polisi ngancam-ngancam awak terus. Awak korban awak yang diancam. Awak korban awak terus yang diancamnya,” ujar S yang terekam dalam video yang sama. [KM-06]














