Singkat cerita, truk yang membawa puluhan personil Sabhara Polda Sumut tersebut berhenti di Jalan AH Nasution, tepatnya di depan lapangan sepakbola sejati, dan korban mendahuluinya.
“Saat didepan Kantor Kejatisu saya pun balik arah untuk mempertanyakan sikap personil polisi tersebut,” jelasnya.
Namun, korban yang belum sempat bicara dan belum turun dari mobilnya, langsung dianiaya para personil Sabhara tersebut. Tak hanya itu, para personil Polisi tersebut juga merusak mobil korban, hingga mengalami kerusakan cukup parah.
“Belum lagi saya bertanya dan turun dari mobil, mereka langsung menganiaya saya. Anak saya sekarang mengalami trauma,” ungkapnya.
Korban yang ketakutan dianiaya para personil polisi itu, kemudian melajukan kendaraannya menuju RS yang berada di Jalan AH Nasution untuk melakukan visum. “Karena takut mati dianiaya mereka, saya langsung pergi menuju RS untuk visum,” ungkapnya.
Usia melakukan visum, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Medan sesuai dengan STPL No. 1616/K/2016/SPKT Resta Medan tanggal 25 Juni 2016.
“Tadi istri saya telah dimintai keterangan oleh Propam Polda Sumut terkait kejadian ini,” pungkasnya. [KM-03]













