MEDAN, KabarMedan.com | Satu lagi bocah yang dinyatakan hilang setelah terseret arus Sungai Bilah, Kelurahan Rantau Prapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara kembali ditemukan.
Korban Angga (14) ditemukan meninggal dunia sekitar 1 kilometer dari lokasi hanyut pada Kamis malam (20/2).
“Korban ditemukan oleh pemancing yang melihat korban mengapung,” kata Humas Kantor SAR Medan, Sariman S Sitorus, Jumat (21/2).
Mendapat laporan itu, kata Sariman, Tim SAR turun ke lokasi. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dua korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Operasi pencarian ini dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.
Diberitakan, peristiwa berawal saat korban dan temannya sedang sedang mandi hujan dan berenang di Sungai Bilah saat hujan mengguyur kawasan tersebut pada Selasa (18/2), sekitar pukul 17.00 wib.
Namun, saat berenang Angga (14), siswa kelas 2 SMP dan Bima (8) siswa kelas 3 SD hanyut terbawa arus sungai.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Pada Kamis (20/2) sekitar pukul 10.30 WIB korban Bima (8) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. [KM-03]














