Sebanyak 40.000 Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac, China, Tiba di Sumut

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menerima penyerahan 40.000-an vaksin COVID-19 di rumah dinasnya di Jalan Jend. Sudirman, Medan pada Selasa (5/1/2021). Foto : KabarMedan.com

MEDAN, KabarMedan.com.com | Sebanyak 40.000 vaksin COVID-19 buatan Sinovac, China dari PT Biofarma, Jawa Barat mendarat di Bandara Intenasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa (5/1/2021) pagi. Jumlah tersebut masih lebih kecil dibandingkan yang diajukan untuk tenaga kesehatan.

Ditemui di Rumah Dinasnya di Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, jumlah vaksin yang tiba di Sumut sebanyak 40.000 vial yang dikhususkan untuk tenaga kesehatan yang menangani atau kontak langsung dengan pasien Covid-19. Namun demikian, untuk Sumut yang dibutuhkan sebanyak 72.451 vaksin.

“Yang kita ajukan sejumlah tenaga yang kesehatan kita. Tapi yang ada 40 ribu vial, nanti akan diatur Kepala Dinas,” ujarnya.

Personel Brimob bersenjata lengkap mengawal vaksin COVID-19 buatan Sinovac China dari PT Biofarma, Jawa Barat di Rumah Dinas Gubsu di Jalan Jend. Sudirman, Medan pada Selasa (5/1/2021). Foto : KabarMedan.com

Dikatakannya, vaksinasi di Sumut akan dimulai pada 14 Januari mendatang. Namun karena yang datang lebih sedikit dari yang diajukan, maka akan dikaji kembali dan fokus kepada 40.000 tenaga kesehatan yang harus divaksin. Edy mengaku sangat berharap dirinya yang menjadi orang pertama divaksin di Sumut ketika ditanya apakah dirinya mau menjadi orang pertama di Sumut yang divaksin.

“Saya sangat berharap saya. Karena rakyat Sumut harus divaksin. Saya harus divaksin tidak masalah. Tapi persoalannya ini fokus kepada tenaga kesehatan. Dan vaksinnya di bawah 59 ke bawah. Tapi tak persoalan. Tapi ini terfokus dulu pada orang-orang yang penting dalam rangka menangani COVID-19. Nanti berikutnya para wartawan bersama sama saya untuk divaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan, 40.000 vaksin tersebut dikemas dalam 21 koli. Dalam 1 koli, terdapat 1.960 vaksin atau vial. Pihaknya belum mengetahui pembagian untuk tiap kabupaten/kota karena tidak mempunyai akses terhadap peserta.

“Itu langsung dari pusat, di aplikasi peduli lindungi. Nanti masing-masing, kita akan lihat ke situ. Terima SMS, nanti akan dapat semacam voucher yang menunjukkan kita salah satu peserta. Saya sedang berusaha masuk ke dasboardnya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan, 40.000 vaksin tersebut dikemas dalam 21 koli. Dalam 1 koli, terdapat 1.960 vaksin atau vial. Pihaknya belum mengetahui pembagian untuk tiap kabupaten/kota karena tidak mempunyai akses terhadap peserta. Foto : KabarMedan.com

Pihaknya juga sudah menyurati Direktur Utama BPJS agar bisa melihat berapa jumlah vaksin untuk Medan, Deli Serdang dan lainnya. “Karena semua serba sangat dinamis. Mungkin dalam sistem itu Dinkes Provinsi belum dapat mengakses, mungkin terlewatkan. Padahal kita ikut bertanggung jawab, kabupaten, kota. Semuanya lah,” katanya.

Alwi menambahkan, 40.000 vaksin ini adalah pengiriman tahap pertama dan akan datang lagi pada tahap berikutnya. Menurutnya, untuk seluruh Indonesia, diharapkan ada 481 juta dosis dan setiap orangnya akan mendapat 2 dosis.

“40.000 vial ini ini untuk 20.000 orang. Nanti akan dipertimbangkan, melihat jadwalnya lah. Kalau jadwalnya dekat, mungkin ini untuk 40 ribu orang. Kalau jaraknya jauh, ini untuk 20.000 orang, kan ada ketentuannya,” katanya. [KM-05]