Sebelum 2 Anaknya Diambil, Induk Orangutan Diduga Dibunuh

MEDAN, KabarMedan.com | Sepasang anak orangutan yang diamankan dari rumah warga di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut pada Kamis (9/1) menyisakan pilu. Pasalnya, diduga induk orangutan itu dibunuh sebelum anaknya diambil.

Demikian dikatakan Pendiri Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) Panut Hadisiswoyo, Jumat (10/1/2020).

Ia menyakini, pelaku R alias IG (38) yang belum tertangkap merupakan bagiandari jaringan perdangan satwa liar dilindungi. Hal ini dikarenakan sudah beberapa kali terjadi pengambilan dan penjualan orangutan di Sumut. Apalagi, katanya, Medan menjadi ‘pusat’ penampungan beberapa satwa yang diambil dari habitatnya di Sumut dan Aceh.

Baca Juga:  SW Polisikan Mantan Pacar Diduga Sebarkan Video Syur Tanpa Izin

“Faktanya ini anak orangutan masih muda. Ini tentunya menjadi perhatian kita dilakukan dengan membunuh induknya. Ini Kerugian berganda, karena ketika dapatkan dua anak orangutan sebenarnya ada dua induk yang mati dibunuh,” ujarnya.

Ia mengaku, yang paling penting adalah upaya pencegahan dengan menuntaskan kasus ini agar proses hukumnya menjadi preseden baik dan memberikan efek jera bagi pelaku.

“Setiap tahun ada 10 sampai 15 orangutan yang disita maupun diserahkan ke kita. Itu jumlah yang bisa diselamatkan saja,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Orangutan merupakan mamalia yang berkembang biak sangat lambat. Di mana 1 betina bisa menghasilkan 3-4 anak yang menambah populasinya. Induknya juga harus melatih anaknya hingga umur 6 – 8 tahun.

“Jadi satu saja diambil akan berpengaruh terhadap populasi secara keseluruhan,” tambahnya.

Apalagi induk orangutan tidak akan melepaskan anaknya dalam kondisi apapun, kecuali ada pemaksaan, upaya melukai atau membunuh induknya.

“Kami sangat yakin bahwa saat mendapatkan dua anak orangutan itu induknya pasti sudah dibunuh,” pungkasnya. [KM-05]