DAIRI, KabarMedan.com | Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Budianta Pinem membantah bahwa dirinya telah melakukan penghinaan terhadap petinggi PDIP sekaligus Ketua DPR-RI Puan Maharani.
Ia mengatakan akun Facebook miliknya telah diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Sehingga kalimat yang memiliki tendensi terhadap Puan Maharani tersebut bukanlah perbuatannya.
Laporan Budianta diterima dengan nomor STPL/B/2005/V/2022/SPK/RES DAIRI/ Polda Sumut tertanggal 10 Mei 2022, atas laporan tindak pidana UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Bantahan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan oleh Budianta saat dimintai klarifikasi oleh PDIP Dairi. Namun pernyataannya dianggap mengambang dan tak memiliki itikad baik, Budianta pun dilaporkan pihak PDIP ke polisi.
Ketua DPC PDIP, Resoalon Lumban Gaol melaporkan Budianta Pinem karena diduga telah melontarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Puan Maharani.
“Telah beredar ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ibu Puan Maharani yang kami duga dilakukan oleh Budianta Pinem selaku Sekda Kabupaten Dairi,” ujarnya pada Kamis (12/5/2022).
Laporan ke polisi itu bermula saat Budianta Pinem mengomentari salah satu unggahan berita di Facebook dengan judul “Jateng Terkenal Miskin dan Warganya Nyaris tak Pernah Mandi Karena Kesulitan Air”. Berita juga memampang foto Puan dalam artikelnya.
“Wanita pemimpin yg tdk bisa mengukur diri maka bicaranya selalu seperti nyaris kena ambeien,” kata Budianta dalam komentarnya.
Resoalon menganggap komentar Budi telah merendahkan martabat Puan Maharani sebagai petinggi PDIP, serta merendahkan martabat Puan sebagai Ketua DPR-RI.
“Ini juga mencoreng kedudukan Ibu Puan Maharani sebagai pejabat tinggi negara yaitu Ketua DPR-RI. Pernyataan itu bahkan jelas-jelas merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan menghambat partisipasi perempuan di lembaga politik dan ruang publik,” tuturnya. [KM-06]














