Selama 5 Tahun, Anak di Medan Terus Berjuang Hidup dengan Gizi Buruk

MEDAN, KabarMedan.com | Seorang anak bernama Muhammad Rian usia 8 tahun di Kota Medan tengah berjuang melawan gizi buruk. Bahkan, saat ini berat badan Rian hanya 7 kilogram.

Risda (34) asal Palembang merupakan ibu kandung Rian. Ia menceritakan awal mula terjadi gizi buruk pada Rian dikarenakan tak mendapatkan perhatian khusus olehnya sebagai orang tua.

Risda menyebut dirinya kerap sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua dengan profesi sebagai buruh cuci, jika ada yang memanggilnya untuk cuci pakaian.

“Usia dia 1,8 bulan ngedrop. Awalnya dia sehat normal, udah pandai jalan tiba-tiba muntaber (muntah Buang Air Besar) selama 2 hari terus kejang-kejang. Sempat dibawa ke RS. Pirngadi,” jelasnya, Jumat (29/4/2022).

Menurut Risda, sejak berobat ke rumah sakit. Dokter tak pernah menjelaskan hasil atau penyakit apa yang diderita oleh anaknya. Sehingga terhitung 5 tahun lamanya Rian semakin kecil dan kurus.

“Ketika di RS. Pirngadi dia dirawat inap selama 2 minggu lebih. Dokter itu suruh berobat jalan karena pasien umum (tanpa BPJS),” tambahnya.

Namun, lagi-lagi kendala Risda untuk mengobati anaknya ada di ekonomi dan BPJS. Ia dan Rian tak memiliki identitas apalagi kartu kesehatan untuk menjamin mereka (BPJS). Sehingga, pihak RS menyarankan agar dapat rawat jalan.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Kalau ada bpjs mungkin bisa rawat inap lama. Umum kan berat. Itu pun saya minta bantuan dari orang-orang. Saat itu masih berdua saja ditempat kost yang lama,” ucapnya.

Selesai dari RS. Pirngadi, Risda mencoba untuk anaknya berobat jalan dan terapi selama sebulan tapi tidak ada perubahan.

“Pernah juga berobat di dokter yang jalan puri, tapi setiap minum obat susah kayak ‘ayam dipotong’ makanya saya takut. Saya berhentikanlah sampai sekarang,” ungkapnya.

Diketahui, Risda merupakan seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang sempat bekerja sebagai karyawan di salah satu salon negara tetangga, Malaysia. Namun, nasib berkata lain. Uang hasil tabungan dari kerja selama menjadi TKI habis begitu saja, karena ia menikah dan diceraikan oleh suami pertamanya begitu saja.

Awalnya, ia ke Medan untuk perpanjangan passport, namun ia terbawa kisah asmara hingga menikah dan tertipu oleh lelaki tersebut.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Makanya saya dari Malaysia turun ke Medan untuk membuat perpanjangan Visa. Tapi ternyata tertipu,” tutur Risda.

“Dia (mantan suami) orang Medan juga, di jalan Bromo. Saya pernah minta bantuannya cuma 2 kali dibantu terus gak lagi. Sampai saat ini kondisi anak dia tahu seperti ini,” jelasnya.

Dikarenakan tidak ada identitas apapun. Dirinya mengaku pernah memasukkan anaknya ke RS. Pirngadi dengan jaminan pasport untuk menebus obatnya karena pasien umum dan sampai saat ini belum mengambil pasportnya.

Dirinya berharap, anak semata wayang dia ini bisa pulih kembali meski tak normal seperti anak pada umumnya.

“Gak normal kayak anak lain juga gak apa, yang penting dia pandai kalau kita panggil dia senyum. Dia dengar apa yang diomongi tapi dia gak bisa cakap. Duduknya disenderkan tapi harus dipegangi. Kalau minta makan atau lainnya dia hanya bisa nangis,” tuturnya.

“Kalau kakinya diangkat tandanya dia mau tidur,” ujar Risda saat mengumpamakan anaknya.

Saat ini, ia hanya berharap belas kasihan orang-orang untuk kesembuhan putranya. [KM-06]