MEDAN, KabarMedan.com | Kapal Pelni KM Kelud asal Jakarta dijadwalkan akan tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, pada Senin malam ini (13/4).
Setiba di Pelabuhan Belawan, semua penumpang yang ada di dalam KM Kelud akan menjalani proses karantina.
Hal ini dilakukan menyusul kabar ada Anak Buah Kapal (ABK) yang positif COVID-19 setelah menjalani rapid test di Batam.
“Teknisnya kapal akan berlabuh di sini (Belawan-red) sekira pukul 19.00 WIB. Nanti penumpang yang turun akan langsung ditangani memakai protokol COVID-19,” kata Kepala Kantor Cabang Pelni Medan, Luthfi Israr, ketika dikonfirmasi, Senin petang (13/4).
Ia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
“Saat kapal sandar, penumpang akan diperiksa dan langsung dibawa, ada penjemputan dari sini,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara, dr. Aris Yudhariansyah mengatakan, sebelum turun dari kapal setibanya di Pelabuhan Belawan, penumpang dan ABK harus menjalani pemeriksaan dengan metode rapid test.
“Setelah turun penumpang kapal akan naik ke dalam bus yang sudah disediakan Gugus Tugas COVID-19 Sumut,” cetusnya.
Aris mengatakan, para penumpang nantinya akan langsung dibawa ke bangunan eks Bandara Polonia di Lanud Soewondo, Medan. Mereka akan menjalani karantina selama 3 hari.
“Untuk ABK yang hasil rapid test-nya positif akan menjalani isolasi di Rumah Sakit Martha Friska,” pungkasnya.
Informasi yang dihimpun, KM Kelud berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan bersandar di pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, pada Minggu (12/4).
KM Kelud membawa 111 penumpang, di mana 31 orang turun di Pelabuhan Batu Ampar, 44 orang turun di pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan 36 orang turun di Pelabuhan Belawan.
Namun, saat dilakukan pemeriksaan oleh KKP Kelas 1 Khusus Batam, diketahui salah satu ABK berinisial TF yang bekerja sebagai pelayan positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test.
Saat dilakukan tracing terhadap para penumpang dan ABK, didapati 39 lainnya juga positif COVID-19. KKP Kelas I Batam ABK lalu merujuk ke RSBP Batam untuk menjalani proses isolasi.
Sementara itu 39 orang lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Infeksi Khusus Galang dengan menggunakan 1 unit Ambulans KKP dan 1 unit Bus Trans Pemko Batam. Mereka dikawal Voorijder dari Denpom 1/6 Batam. [KM-05]














