Tak Terpengaruh Pandemi, Bunga Krisan Asal Karo Tembus Pasar Jepang

25.000 potong bunga krisan asal Kabupaten Karo berhasil menembus pasar ekspor ke Jepang. Foto : Istimewa

MEDAN, KabarMedan.com | Seolah tak terpengaruh oleh Pandemi COVID-19, bunga krisan asal Kabupaten Karo menembus pasar baru. Selama ini Timor Leste mengimpor bunga krisan dari Denpasar dan Kupang. Kali ini, Sumut berhasil mengekspor sebanyak 25.000 potong bunga krisan itu ke Jepang.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi para petani dan ekportir bunga krisan yang telah mampu menembus pasar ekspor baru. “Biasanya Timor Leste yang banyak impor bunga Krisan dari Denpasar dan Kupang. Sekarang bunga krisan asal Sumut dobrak pasar Jepang,” ujar dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (26/11/2020) sore.

Dijelaskannya, berdasarkan data otomasi sistem IQFAST Barantan, secara nasional ekspor bunga krisan di tahun 2018 mencapai 39.175 potong dan tahun 2019 meningkat menjadi 43.569 potong. Sementara di tahun 2020 hingga bulan November meski terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun sudah terbuka pasar baru di Jepang.

“Saya yakin ini akan menjadi peluang yang sangat bagus untuk meningkatkan kembali kuantitas ekspor bunga krisan dari Indonesia,” tambahnya.

Sebanyak 25.000 potong bunga krisan asal Kabupaten Karo berhasil menembus pasar Jepang. Foto : Istimewa

Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul menegaskan pihaknya siap untuk mengawal petani dan eksportir bunga krisan di Sumut dalam memenuhi persyaratan kesepakatan sanitary and phytosanitary di perdagangan internasional.

Hal tersebut sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai upaya peningkatan ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks dalam kurun waktu hingga 2024.

Ekspor bunga krisan ini, disebutnya sebagai sesuatu yang mengembirakan, karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan. Tetapi dengan ekspor komoditas pertanian dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

“Kami siap dampingi petani dan eksportir bunga krisan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi saat ini. Terbukanya pasar Jepang bagi bunga krisan asal Karo menjadi prospek baru untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat kita. Karena dari hobi menanam bunga dapat menambah ekonomi keluarga,” ujarnya. [KM-05]