Teleconference dengan Gubernur, Soekirman: Sergai Masih Negatif Corona

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease Kabupaten Serdang Bedagai, melakukan teleconference dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, membahas perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sergai, Senin (6/4/2020).

Dalam laporannya Soekirman menyampaikan, pantauan dari 20 Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Sergai belum ada yang dinyatakan positif corona.

Namun demikian, dia mengusulkan kepada Gubernur tentang Alat Pengaman Diri (APD) terutama baju hazmat atau baju yang aman untuk 20 Puskesmas, dengan jumlah sekitar 200 baju hazmat untuk dokter-dokter dan tenaga medis.

“Pemkab Sergai juga masih membutuhkan beberapa alat rapid test lagi, meski sudah diterima 40 unit tetapi melihat kondisinya masih perlu penambahan,” kata Soekirman.

Sedangkan untuk masker berstandar nasional, Pemkab Sergai terus berupaya dan dana tak terduga yang telah dipakai dari dana APBD jumlahnya Rp449 juta, sementara dana refocusing dan realokasi sesuai petunjuk Mendagri di Sergai pada tahap 1 sejumlah Rp15 miliar.

“Hari ini Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 akan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan akan membuat rencana untuk kedepannya,” kata Bupati Soekirman.

Sedangkan dari bidang pertanian, Soekirman melaporkan, kondisi pangan yang ada di Sergai dan Tebing Tinggi diperkirakan aman ditambah stok dari Bulog.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

“Kami mohon kepada lembaga terkait dan Dinas Pertanian agar sarana produksi terutama pupuk subsidi betul-betul tersedia menjelang bulan ramadhan ini sehingga petani-petani kita tidak lagi diberatkan dengan kesulitan sarana produksi,” ujarnya.

Selain itu kata Soekirman, Pemkab Sergai juga sudah merencanakan tentang social safety net dengan memberikan bantuan kepada masyarakat di luar program keluarga harapan (PKH), antara lain guru-guru honorer, penyuluh, dan wartawan; yang peredarannya sangat dipersempit karena social distance.

Sementara itu, Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan beberapa poin penting dalam penanganan Covid-19. Pertama, Gubernur mengingatkan agat tetap jaga jarak dan menggunakan masker kemana pun pergi.

Kedua, harus ada tempat-tempat simpul sebagai rumah sakit rujukan Tapanuli Utara, Padangsidimpuan dan di Simalungun serta di Nias. Sedangkan untuk update akan segera dipenuhi guna mengatasi kesulitan tenaga medis dalam menangani wabah corona karena banyaknya TKI yang pulang dari luar negeri melalui jalan-jalan tikus.

“Apa pun alasannya mereka adalah rakyat kita yang harus kita jaga. Tenaga-tenaga medis kita yang ada disana sedapat mungkin dibentuk, agar dapat melaksanakan tugasnya apabila ada kesulitan kesesuaian dengan jarak yang panjang, karena letak geografis yang panjang jaraknya dan jika rujukan harus ke Medan sudah dipersiapkan 110 kamar khusus kepada saudara kita yang terpapar dalam kondisi berat atau sedang,” ucap Gubernur Edy.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Terhadap rumah rujukan hanya merawat pasien yang dalam kondisi gejala ringan. Akan dilengkapi APD dan alat rapid test yang akan diberikan kepada daerah-daerah.

Apabila terjadi sesuatu dimanapun berada di tempat rujukan rumah sakit, maka rumah sakit tersebut bertanggung jawab dengan SOP terhadap tenaga medis yang meninggal dunia akibat terpapar corona, dan menyiapkan dan lakukan SOP medis yang berlaku dari Kementerian Kesehatan.

“Pemakaman dilakukan dari Pemerintah daerah tempat meninggalnya pasien tersebut. Maka tolong siapkan makam-nya dan dimatangkan dengan baik dengan aturan SOP yang berlaku. Dampak-dampak corona ini sangat berdampak kepada ekonomi. Oleh karenanya, kepada Pemerintah daerah agar melakukan refocusing dan realokasi dana dalam rangka menanggulangi kesulitan masyarakat yang terdampak corona ini,” ucap Edy.

Khusus kepada tenaga medis, Gubernur berpesan agar diperlakukan semaksimal mungkin dan Pemprov Sumut menyikapi dengan memfokuskan anggaran kegiatan sebesar Rp500 miliar.

“Pada kesempatan ini diminta kepada kita semua bergandengan tangan, kita lakukan ini semua untuk rakyat kita. Mari kita saling berkoordinasi dan berkomunikasi serta saling bantu dari 33 Kabupaten yang ada di Sumut ini. Jika satu saja yang sakit, maka kita semua akan terasa sakit,” pungas Gubernur. [KM-04]