Terseret Arus Sungai Bah Bolon, Mahasiswa UMSU Ditemukan Tewas

Petugas melakukan pencarian korban di Sungai Bah Bolon.

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Wildan Firdaus (21) seorang mahasiswa UMSU yang hanyut terseret arus Sungai Bah Bolon di Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Jum’at (2/9/2022).

Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto menyampaikan, korban ditemukan sejauh 15 kilometer dari lokasi awal korban hanyut.

“Pada saat ditemukan korban tersangkut dengan posisi telungkup di atas permukaan sungai dengan tersangkut di tumpukan bambu dan pelepah sawit yang hanyut,” katanya.

AKP Agus mengatakan, korban tidak memakai baju pada saat ditemukan dikarenakan pada awal korban hanyut juga tidak mengenakan baju hanya memakai celana dalam.

“Setelah ditemukan selanjutnya para saksi bersama Basarnas Provinsi Sumut, BPBD Kab. Sergai, personel Polsek Sipispis, personel Koramil 15 sipispis dan dibantu oleh warga masyarakat melakukan evakuasi korban dan membawa mayat ke darat dari dalam sungai,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati dan Wakil Bupati Tunaikan Sholat Id Bersama Ribuan Umat Islam di Mesjid Agung Sergai

AKP Agus menuturkan, atas permohonan keluarga, korban langsung di bawa ke rumah duka yang berada di Dusun VI Kuta Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Sekira pukul 12.40 WIB, mayat korban telah tiba di kediaman orang tua dan akan dikebumikan oleh pihak keluarga dikebumikan di tempat pemakaman umum,” ujarnya.

Diketahui, korban terseret arus Sungai Bah Bolon di Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai Rabu (31/8/2022) sore kemarin.

Kejadian ini bermula ketika korban bersama teman-temannya datang ke sungai tersebut untuk mandi-mandi.

Petaka terjadi ketika korban melompat ke dalam sungai, usai melompat dan tercebur ke sungai, tiba-tiba korban melambaikan tangannya meminta pertolongan.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran 2024, KAI Divre I Sumut Prediksi 11 Ribu Penumpang

“Korban melompat ke dalam sungai, kemudian saksi (teman korban) melihat korban meminta tolong dengan cara melambaikan tangan ke atas,” kata AKP Agus Arianto.

Lanjut Kasi Humas menjelaskan, melihat korban kesulitan, kedua temannya yakni Marahalim Harahap dan Darmawansyah Nasution yang juga mahasiswa UMSU langsung melakukan pertolongan.

“Karena arus sungai yang deras korban tidak dapat tertolong,” imbuhnya.

AKP Agus mengatakan kejadian ini lalu dilaporkan kepada pihak berwajib. Personel gabungan kepolisian, TNI, BPBD dan masyarakat sekitar segera bergerak melakukan pencarian. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.