Tiga Korban Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Jalani Operasi

MEDAN, KabarMedan.com | Tiga dari enam korban bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan telah menjalani operasi di RS (RS) Bhayangkara Tingkat II Kota Medan.

Tiga orang korban yang dioperasi diantaranya, dua orang personel polisi dan satu PHL Polrestabes Medan.

Hal ini dikatakan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat II Medan, Kombes Pol dr A.Ginting, Kamis (14/11/2019).

Ia mengatakan, operasi yang dilakukan kepada tiga korban semua berhasil. Salah satunya dilaksanakan penyambungan tendon atau urat otot yang sempat putus pada salah satu pasien.

“Sudah berhasil dilakukan oleh tenaga bedah orthopedi di RS Bhayangkara Tingkat II Medan,” katanya.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Ia menjelaskan, satu lagi pasien mengalami luka bakar sudah dilakukan debridement dan hasilnya cukup memuaskan.

“Korban mengalami luka bakar 20 hingga 30 persen. Saat ini kita menunggu penyembuhan pasien,” ujarnya.

Selanjutnya, satu pasien dengan luka di bokong dan telah dilakukan debridement.

“Semua korban telah ditangani oleh dokter yang berkompeten. Pasien akan mendapat perawatan 5 sampai 7 hari. Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi keluhan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penanganan pada korban dilakukan secara lengkap dan sempurna di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Kota Medan.

“Perlu kami sampaikan kesadaran semua pasien baik, tidak ada keluhan, tinggal menunggu penyembuhan,” jelasnya.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

Enam korban yang menjalani perawatan adalah Kompol Abdul Mutolib selaku Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Sarponi selaku Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan, Aipda Deni Hamdani Staf Propam Polrestabes Medan.

Brigadir Juli Chandra Staf Propam Polrestabes Medan, Ikhwan Muliadi (masyarakat yang sedang mengurus SKCK), Richard Purba (PHL Polrestabes Medan).

“Enam orang korban penyakitnya kategori ringan-sedang. Sudah ditangani dengan baik. Semuanya tidak ada di rujuk ke rumah sakit lain,” cetusnya.

Dia menyebutkan, semua pembiayaan perawatan korban ditanggung oleh pemerintah. “Tidak ada, ini semua atensi pimpinan,” pungkasnya. [KM-03]