MEDAN, KabarMedan.com | Seorang pelajar SMP di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ditemukan tewas di dalam parit perkebunan sawit pada Senin (9/3). Korban berinisial NSS (14) ditemukan dalam kondisi tertutupi pelepah kelapa sawit.
Informasi dihimpun, korban dilaporkan menghilang sejak Minggu (8/3) sore. Awalnya, korban permisi kepada orang tuanya untuk mencari brondolan sawit. Korban pergi dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion.
“Karena tak kunjung pulang orang tua korban mencari di areal perkebunan sawit,” kata Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Rabu (11/3).
Saat pencarian, katanya, hanya ditemukan sepeda motor korban. Lantaran sudah larut malam, pencarian dilanjutkan pada esok hari, hingga akhirnya jasad NSS berhasil ditemukan.
“Korban ditemukan di dalam parit dalam keadaan telah meninggal dunia,” ujarnya.
3 Pelaku Ditangkap
Unit Jatanras Polres Asahan dan Polsek Sei Kepayang yang melakukan penyelidikan menangkap tiga orang diduga pelaku pembunuhan terhadap NSS.
Ketiga tersangka Rolit Siregar (44), Dahniel Amri Damanik (38) dan Syahrial Halawa (54) ditangkap pada Selasa (10/3).
“Ketiga tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.
Ia mengatakan, pembunuhan terjadi lantaran tersangka sakit hati dimaki oleh korban. Tersangka lalu mencekik dan memukul kepala korban dengan batu serta pelepah sawit.
“Motif sakit hati karena korban sudah dilarang untuk tidak mengambil sawit di areal perkebunan PT CSIL, namun korban mengucapkan kata-kata kotor serta melakukan perlawanan terhadap ketiga tersangka,” jelasnya.
Polisi menyita 1 pasang sendal korban, 1 buah batu, 3 unit HP, dan 4 unit sepeda motor.
“Ketiga pelaku dipersangkakan dengan Pasal 338 dari KUHPidana,” pungkasnya. [KM-03]














