MEDAN, KabarMedan.com | Warga yang tinggal di pinggiran rel kereta api di Jalan Gaharu Medan melakukan perlawanan. Mereka melakukan demo dan membakar ban sebagai bentuk penolakan terhadap penertiban lahan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Jum’at (1/4/2016).
Sejumlah alat berat sudah disiapkan di lokasi. Namun belum ada bangunan yang dibongkar. Mereka menyatakan siap melakukan perlawanan jika rumahnya ditertibkan.
“Kalau digusur, kami siap mati. Kalau kalian tak percaya test-lah,” kata warga dalam aksinya.
Massa kemudian membakar ban di rel kereta api yang menghubungkan stasiun besar Medan ke Belawan. Melihat hal itu, petugas PT KAI terpaksa menunda penggusuran. Alat berat yang sudah berada disana dipindahkan untuk melakukan pengamanan. Jumlah massa yang besar membuat Polisi tidak berdaya. Api yang berkobar ditengah rel pun sulit dipadamkan.
Baca Halaman Selanjutnya














