Tolak Relokasi, Warga Bakar Ban Ditengah Rel Kereta Api

Suasana bahkan sempat ricuh ketika seorang petugas Polsus Kereta Api mencoba memadamkan api yang menyala di bandal rel kereta api. “Jangan kau padamkan itu,” teriak warga mengejar petugas Polsus KA.

Kericuhan dapat dihindarkan setelah petugas menengahi. Mereka meminta warga tidak emosi.

“Semua harus tertib. Jangan hanya sepihak yang dihargai. Tugas kami sebagai pelayanan dan pengamanan. Ini fasilitias umum dan mohon dengan hormat kita cari tempat untuk enak diskusinya,” kata Kapolsek Medan Timur,  Kompol Bernard Malau, kepada warga.

Humas PT KAI Divisi Regional I Sumut, Rapino Situmorang memastikan, pembakaran ban itu mengganggu perjalanan kereta api. Namun dia tidak menjelaskan jumlah kereta api yang terhalang dengan aksi massa di atas rel.

“Kalau aksinya diatas rel pasti mengganggu. Rel kereta api itu objek vital jadi tidak bisa diganggu, itu jalan tersendiri,” ucap Rapino.

Menurutnya, eksekusi bangunan di sepanjang rel kereta api tetap akan dilanjutkan. Namun, mereka tetap melihat situasi dan kondisi di lapangan. “Jalan terus, memang perlu waktu. Ini program nasional dan disetujui Pemerintah pusat,” pungkasnya. [KM-03]