Tolak Trawl, Nelayan Sergai Gelar Aksi di Tengah Laut

SERGAI, KabarMedan.com | Ribuan nelayan tradisional Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi menolak pukat trawl yang tidak ramah lingkungan beroperasi di perairan Sergai, Kamis (21/03/2019).

Aksi ini digelar para nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Sergai, di tengah laut perairan Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Sergai berbatasan dengan Kecamatan Pagurawan, Kabupaten Batubara, Sumut meski dalam kondisi hujan.

Koordinator aksi Zulham dalam aksinya mengatakan para nelayan meminta agar pukat trawl jangan beroperasi lagi karena telah melanggar Kepmen 02 Tahun 2015. Selain itu Pukat Apung dan Ancau juga diminta harus menjauh dari lokasi kegiatan Nelayan Tradisional 4 mil ke atas.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

“Mereka yang beroperasi bukan di wilayah tangkapannya, tapi sudah melanggar zona yang ditentukan dan setiap hari mereka melaut.” ungkap Zulham.

Olehkarena itu nelayan tradisional sangat mengharapkan pihak yang berwenang menindak lanjuti tuntutan aksi nelayan tradisional yang kian meresahkan ini.

“Kita sudah sangat resah akibat trawl tersebut, maka kita minta pihak berwenang segera menindaklanjuti hal ini, kami sudah susah dibuatnya, bahkan dalam beberapa waktu lalu ada perahu nelayan yang ditabrak trawl hingga tidak bisa melaut lagi”, ungkapnya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Namun jika aspirasi nelayan ini tidak diselesaikan juga dan trawl yang merugikan itu masih tetap beroperasi, maka Ia menegaskan para nelayan akan mengambil tindakan sendiri.[KM-04]