MEDAN, KabarMedan.com | Sebuah postingan di media sosial Instagram yang mengatakan seorang pasien positif Covid-19 ditolak saat ingin melakukan isolasi di Asrama Haji viral di Media Sosial. Hal tersebut heboh lantaran Asrama Haji diketahui sebagai salah satu lokasi isolasi terpusat.
“Katanya kalau mau isolasi langsung datang ke Asrama Haji. Tapi begitu sampai malah diusir. Malah disaat saya bilang saya positif petugas langsung spontan lompat menjauhi saya, padahal saya memakai masker juga tiga lapis,” ujar akun @fitri.ramlan melalui cerita instagramnya yang dibagikan.
Fitri mengaku dirinya mendapat informasi dari media-media yang dibacanya, bahwa siapapun dapat langsung datang ke lokasi isolasi mandiri terpusat. Namun sesampainya di sana ia kebingungan saat ditanya petugas.
“Di media dibilang siapapun kita terima, tapi pertanyaannya ‘dari mana? Siapa yang nyuruh ke sini?’ ini yang baru saya alami pak,” tuturnya sambil menandai akun Instagram Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution.
Atas unggahan tersebut, banyak masyarakat yang juga ikut meragukan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah itu.
Sementara itu, dari sebuah unggahan akun yang memosting ulang keluhan @fitri.ramlan, akun Prokopim Pemko Medan turut memberikan klarifikasi.
“Sekedar informasi, yang bersangkutan sudah mendapat tempat isolasi di Gedung P4TK Helvetia. Masuk tanggal 23 Agustus jam 15.00 wib,” tulis akun tersebut, Selasa (24/7/2021).
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi resmikan Asrama Haji sebagai tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19. Sekitar 400 tempat tidur disediakan untuk pasien yang memiliki gelaja ringan, Selasa (10/8/2021).
“Rumah sakit yang ada di Medan, kalau dia tinggal penyembuhan, biar tidak lama di rumah sakit dia dipindahkan kemarin,” ujar Edy.
Jika pasien di Asrama Haji naik gejala hingga berat, Edy menyampaikan akan ada mobil ambulans yang selalu tersedia untuk membawa pasien ke rumah sakit. Ia pun mengimbau masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala yang ringan untuk langsung datang ke Asrama Haji.
Gubsu Edy menjamin biaya perawatan gratis di Asrama Haji sehingga masyarakat tak perlu lagi khawatir. Lokasi tersebut pun dikawal dengan pengamanan yang ketat, baik di pintu masuk, hingga ke ruang penyimpanan obat dan makanan.
“Di sini tidak ada yang bayar, makan disiapkan, obat disiapkan,” tuturnya. [KM-06]














