Warga Tolak Menerima Jenazah Pelaku Terduga Teroris

MEDAN, KabarMedan.com | Puluhan warga Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, berkumpul di dekat rumah orang tua pelaku terduga teroris Ardial Ramadhana yang ada di Jl Makmur, Gang Dahlia No. 33, Rabu (28/6/2017).

Kedatangan warga sambil membawa membawa kain putih bertuliskan kalimat penolakan terhadap kedatangan jenazah Ardial. Warga juga membawa pengeras suara melakukan aksi.

Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Sambirejo Timur, Pujiono mengatakan, aksi ini merupakan bentuk nyata penolakan warga terhadap ISIS.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Kami tidak terima ada teroris tinggal di kampung kami. Kami tidak mau masyarakat berpikir kalau kampung kami sarang teroris,” kata Pujiono.

Pujiono menyebut, perbuatan almarhum Ardial telah mencoreng nama baik Dusun V, Desa Sambirejo. Katanya, aksi teror tidak dapat dimaafkan.

“Kami dapat informasi katanya jenazah hari ini diserahkan. Terus terang saja, kami menolak jenazah teroris di bawa ke kampung ini,” pungkas Pujiono.

Baca Juga:  SW Polisikan Mantan Pacar Diduga Sebarkan Video Syur Tanpa Izin

Ardial Ramadhana merupakan salah seorang pelaku penyerangan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, di Jl Sisingamangaraja KM 10,5 No. 60 Medan, pada malam lebaran, Minggu (25/7/2017).

Dia ditembak mati oleh personil Brimob di lokasi kejadian. Peristiwa penyerangan itu menewaskan seorang personil polisi bernama Aiptu Martua Sigalingging. [KM-03]