1,5 Bulan Banjir Tak Surut, Diduga Karena Aliran Air ke Sungai Tersumbat

Kondisi banjir di Gang Subur Lama, Lingkungan 16 - 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun pada Selasa (19/1/2021). Banjir sudah terjadi sejak 1,5 bulan yang lalu dan tak kunjung surut. Foto : KabarMedan.com

MEDAN, KabarMedan.com | Sejak 1,5 bulan yang lalu, banjir menggenangi puluhan rumah warga Gang Subur, Lingkungan 16 – 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun. Puluhan rumah terendam dan sejumlah warga terpaksa pindah. Warga berharap segera dilakukan perbaikan aliran air menuju Sungai Deli.

“(Kami) mohon pengertian pemerintah, sudah 1,5 bulan merana. Kek gini aja keadaan kami. Sama siapa kami mengadu. Di sini ada 60 – 70 rumah. Ada ratusan kepala keluarga dan sudah banyak yang pindah dari sini,” ujar seorang warga, Gus (66).

Gus yang sudah tinggal di tempat tersebut sejak 41 tahun yang lalu itu menjelaskan, banjir yang terjadi pada awal Januari menurutnya adalah siklus 10 tahunan. Dia membandingkan kejadian pada 13 Januari 2011, banjir bandang Sungai Deli membuat warga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi selama 3 hari.

Gus (66), terpaksa menyewa di tempat lain karena rumahnya terendam banjir sejak 1,5 bulan yang lalu. Foto : KabarMedan.com

Warga semakin resah karena banjir tak kunjung surut. Tampak beberapa becak motor untuk berjualan batagor mangkrak di sudut dan di pinggir gang, bersebelahan dengan sofa dan sampah yang berserakan. Rumah makan Minang dan ayam penyet pun tak lagi buka. Begitu juga kedai minuman anak-anak di sebelahnya.

Warga yang mengontrak, kata dia, terpaksa pindah dan pemilik rumah terpaksa menyewa di tempat lain yang lebih aman. Sejumlah rumah ditinggalkan kosong oleh penghuninya karena tak lagi tahan dengan banjir.

“Kami sempat bertahan selama seminggu. Tapi air naik naik terus tak ada surutnya. Di sini penghidupan kami, usaha kami banyak di rumah. Kalau kek gini macam mana kami berusaha kan. Dengan sendirinya kami usaha kami mati semua lah,” katanya.

Warga lainnya, Deviani berharap cepat ada penanganan dan banjir segera surut. Menurutnya, selama banjir sudah ada beberapa warga yang sakit demam, diare dan penyakit kulit.

Deviani berharap segera dilakukan perbaikan aliran air ke Sungai Deli agar banjir yang sudah menggenang sejak 1,5 bulan yang lalu tak kunjung surut. Foto : KabarMedan.com

“Kalau bisa cepat lah diselesaikan (diperbaiki) aliran parit rusak dan sumbat. Kasian juga sama PU kalau tiap banjir terus sedot lagi. Cepat dituntaskan lah paritnya. Genangan air ini karena aliran paritnya itu tersumbat jadi tak bisa ngalir ke sungai,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, genangan air bervariasi. Mulai dari 30 cm hingga 1 meter. Genangan itu membuat sampah-sampak menumpuk di beberapa titik. Di dinding-dinding rumah warga masih tampak bekas banjir sebelumnya, lebih dari 1 meter.

Meja, kursi, lemari, dan peralatan lain milik warga sudah tak terhitung yang rusak. Kendaraan bermotor pun tak bisa dibawa pulang dan harus diungsikan di tempat yang lebih tinggi.

Satu unit truk dari Dinas PU Kota Medan, sudah lebih dari 3 minggu berada di depan gang tersebut untuk menyedot air genangan kemudian dialirkannya ke parit di lingkungan sebelah menggunakan pipa berukuran besar.

Keberadaan truk Mobile Pump Dinas PU Kota Medan cukup efektif membantu membuang genangan air. Hanya saja, hujan dengan intensitas bervariasi terus terjadi. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.