MEDAN, KabarMedan.com | Polisi masih menyelidiki hilangnya 3 anak di Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Langkat sejak Minggu (18/10/2020). Sebanyak 42 orang sudah diperiksa. Dari keterangan saksi dan petunjuk yang didapatkan, dugaan sementara polisi mengarah pada penculikan.
Kasatreskrim Polres Langkat, IPTU Said Hussein ketika dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan, penyelidikan dilakukan setiap hari. Dari puluhan orang saksi yang diperiksa belum membuahkan hasil. keterangan saksi masih terbatas pada petunjuk terkait hilangnya anak tersebut, apakah mereka melihat korban atau memiliki kecurigaan.
“Dugaan sementara lebih ke penculikan karena dari hasil pemeriksaan saksi dan petunjuk-petunjuk. Perlu diarahkan ke sana karena terkait pembunuhan belum ada sama sekali,” katanya, Kamis (26/11/2020) siang.
Begitupun dari penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP), juga belum temuan berarti. Dikatakannya, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan petunjuk itu lah maka dugaan sementara penculikan. “Karena kalau tidak dialarahkan ke sana, motif kan banyak. Jadi kira-kira terjadinya penculikan benang merahnya disebabkan oleh apa,” katanya.
Dijelaskannya, penyelidikan kasus hilangnya Zahra, Nizam dan Yogi sudah dibentuk tim baru yang terdiri dari Polda, Polres dan Polsek. Polda Sumut memberi asistensi kepada Polres Langkat dan Polsek Salapian dalam kasus ini. “Bukan ditangani Polda tapi dibantu sama Polda. Sudah dibentuk tim baru gabungan polda, polres dan polsek, mohon doanya,” katanya.
Sementara itu, ayah Nizam, Sarkim mengatakan, hal yang paling bisa dilakukan adalah berdoa, memohon agar anaknya dan 2 temannya, Zahra dan Yogi segera ditemukan. “Kami bagaimana ya, hanya bisa terus berdoa lah. Mudah-mudahan secepatnya ditemukan. Kami pun tak tahu harus bagaimana lagi,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, keberadaan 3 anak yang masih berusia 7 tahun bernama Nizam, Yogi dan Zahra sejak Minggu (18/11/2020) hilang secara misterius di areal perkebunan di Dusun VI Pulka, Desa Namanjahe, Kecamatan Salapian, Langkat, pada Minggu (18/10/2020). Polres Langkat dan Polsek Salapian terus melakukan pencarian hingga menurunkan anjing pelacak.
Hingga kini Polres Langkat, Polsek Salapian bersama warga dan relawan masih melakukan pencarian. Pencarian belum membuahkan hasil. “Kami dari kepolisian proses masih terus melakukan penyelidikan. Pencarian terus dilakukan,” ujar Kapolsek Salapian, Iptu Sutrisno ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis (5/11/2020) [KM-05]














