9 TKI Asal Binjai Terjebak di Ukraina, Keluarga Memohon Segera Dievakuasi

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 9 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Binjai Sumatera Utara terjebak dalam perang Rusia dan Ukraina. Keluarga para TKI ini mendatangi pemerintah Kota (Pemko) Binjai untuk menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai kondisi keluarga yang saat ini sedang bersembunyi dari perang tersebut.

Pihak Pemko Binjai yang menerima kedatangan keluarga TKI ini lalu menggelar video teleconference dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk segera mengevakuasi sembilan TKI tersebut.

Seorang warga bernama Ritami (42) yang merupakan ibu kandung seorang TKI di Ukraina, M Raga Prayuda terlihat gelisah saat berada di Pemko Binjai.

Ia memegang erat foto anak laki-lakinya. Wanita itu tidak bisa tenang melihat bom terus menerus berjatuhan di lokasi anaknya bekerja.

Baca Juga:  Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

“Dia bilang, aku baik-baik saja, mamak jangan cemas. Tapi saya melihat langsung lari-lari semuanya, bagaimana saya bisa tenang,” ucapnya sambil terus menangis, dilansir dari SuaraSumut.id, Senin (7/3/2022).

Ritami mengatakan, saat ini anaknya dan delapan TKI lainnya sedang bersembunyi di bawah bunker di Ukraina.

Bahaya terus mengintai akibat perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.

“Sebelum video call sama saya kayaknya masih tenang-tenang saja pemerintah, tapi begitu dia (tunjukkan video) lari bom semua mendengar baru adalah solusinya dari sini,” tuturnya.

Ritami mengaku sedikit tenang setelah bertemu dan menyampaikan permintaan agar sembilan TKI itu bisa dievakuasi.

Baca Juga:  Kolaborasi Lintas Pihak Dorong Penyusunan Tata Kelola Wilayah Adat di Tapanuli Utara

“Harapan saya segera dievakuasi dalam keadaan aman, penjelasan tadi saya tenang,” tandasnya.

Sementara itu, Kadisnaker Perindag Pemko Binjai, Hamdani Hasibuan mengaku pihaknya telah memfasilitasi keluarga kepada KBRI agar sembilan TKI segera dipulangkan.

“Kita sama-sama mendengarkan apa langkah yang akan dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam rangka memulangkan dan mengevakuasi warga Binjai yang ada di Ukraina,” tuturnya.

“Kita akan terus berkomunikasi dengan keluarga, istri yang berada di Ukraina. Setelah kita tahu kondisinya maka akan mengambil langkah-langkah untuk pemulangan tentunya,” tandasnya. [KM-07]