
MEDAN, KabarMedan.com | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan membangunkan rumah susun (rusun) dan apartemen bagi masyarakat di bantaran sungai yang ingin pindah.
“Ini Sungai Deli, Percut, Belawan, kan 3 sistem yang melalui Medan. akan normalisasi kita sudah punya desainnya. Mohon masyarakat yang tinggal di bantaran, kalau mau pindah, kita bikinkan rusun, apartemen jadi tidak tinggal di bantaran,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di perumahan De Flamboyan, di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (7/12).
Dikatakannya, terjadinya banjir kadang dikarenakan masyarakat mendekati bantaran. Bantaran, dijadikan tanggul. “Memang kita semua butuh lahan untuk pemukiman tapi hati-hati menentukan, Harus dihitung betul. Pemprov, Pemkab dan Pemkot, dan kabupaten kita tangani,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai apakah penyempitan sungai di Sumut sudah parah, menurutnya hal tersebut juga terjadi di tempat lain. Di kota besar lainnya, juga terjadi hal yang sama. Dia mencontohkan di Kampung Melayu di Jakarta, yang terjadi penyempitan. “Memang kita butuh pemukiman. Makanya kita bikin rusun dan apartemen,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, banjir di Sumut terjadi di beberapa titik, akibat meluapnya 5 sungai di Medan, seperti Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Belawan, Sungai Seikambing, dan Sungai Mencirim. Banjir di De Flmaboyan ini sendiri akibat meluapnya Sungai Pantai Bokek yang mengalir ke Sungai Belawan.
Banjir di perumahan De Flamboyan ini, memakan korban jiwa sebanyak 6 orang. Sebanyak 343 orang warga yang tinggal di perumahan tersebut terpaksa harus mengungsi di rumah sauradanya atau di posko pengungsian di Balai Desa Tanjung Selamat dan aula Arhanud yang tidak jauh dari lokasi banjir. [KM-05]













