Kronologi Pembunuhan 3 Balita Oleh Ibu Kandung, Pelaku Coba Bunuh Diri

MEDAN, KabarMedan.com | Pelaku pembunuhan terhadap anak kandung di Desa Banua Sinohou, Kecamatan Namohalu Esiwa, Nias Utara berinisial MT (30) sempat mencoba melakukan bunuh diri setelah perbuatannya diketahui suami, mertua dan anak sulungnya. Pelaku mencoba bunuh diri dengan menyayat bagian leher dan tangannya.

Hal tersebut diungkapkan Humas Polres Nias, Aiptu Yansen ketika dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (11/12/2020) sore. Dijelaskannya, pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, suami pelaku, bersama anak sulung yang masih berusia 6 tahun dan kedua mertuanya ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Di rumah sedang kosong. Hanya pelaku dan 3 anaknya. Sementara mertua, suami dan anak sulung ikut ke tps,” katanya.

Saat itu, di rumah hanya tinggal pelaku dan 3 orang anaknya yang masih balita. Pada siang hari, ketika anak sulungnya bersama dengan kakek dan nenek korban tiba di rumah, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan di bagian lehernya.

Melihat itu, ketiganya ketakutan dan menelefon sang suami. Namun suami pelaku baru tiba di rumah antara pukul 16.00 WIB. Tak lama kemudian, suami pelaku tiba di rumah dan mendapati pelaku masih terlentang di samping jasad ketiga anak kandungnya itu.,

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Pada saat itu lah, lanjut Yansen, pelaku sempat mencoba melakukan bunuh diri dengan menyayat leher dan tangannya. Aksi tersebut diicegah oleh suami pelaku. Selanjutnya, dia melapor ke polisi. Sekitar pukul 17.00 WIB, Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe J Harefa bersama personel dan Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar R Silalahi datang ke lokasi.

“Kemarin itu pada saat suami datang, balik ke rumah sekitar jam 4 sore, dia (pelaku) sempat berusaha bunuh diri. Ada bekas sayatan di leher dan tangan. Jadi itu diselamatkan suami sama mertuanya lah dia. Sehingga tak jadi,” katanya.

Dikatakannya, dugaan sementara motif pelaku menghabisi nyawa tiga anak kandungnya karena himpitan ekonomi. Posisi rumah, kata dia, jauh ke pedalaman. Jarak antar rumah satu dengan yang lainnya puluhan meter. “Kondisi rumah jauh di pedalaman. Rumah jarang-jarang. Jarak rumah puluhan meter. Mereka ini berladang,” katanya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Dikatakannya, saat ini pelaku sedang diperiksa di unit reskrim. Pada awal ditangkap, pelaku belum bisa diajak komunikasi dengan lancar. “Kalau kita tanya sudah bisa menjawab. Kemarin itu, dalam keadaan agak terganggu kesehatannya, mungkin karena baru melakukan hal yang kita anggap sadis terhadap anaknya. Kesehatan sudah pulih,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ketiga anak laki-laki itu berinisial YL (5) laki-laki, SL (4) laki-laki dan DL (2). Kasus tersebut terjadi pada Rabu (9/12/2020) sekitar pukul 13.30 WIB. Pembunuhan itu bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat kakek, nenek, ayah dan kakak sulung korban berangkat ke TPS untuk mengikuti Pilkada Bupati Nias Utara.

Keempatnya sempat berpamitan kepada pelaku dan para korban. Namun sepulang dari pemilihan, sekitar pukul 13.30 WIB kakek, nenek dan kakak sulung korban yang duluan tiba di rumah menemukan ketiga korban telah tewas dengan mengenaskan dengan kondisi leher tersayat.

“Sedangkan pelaku MT saat itu berada di samping ketiga korban dengan posisi tidur terlentang dan sebilah parang berada di sampingnya,” jelasnya. [KM-05]