BI Perwakilan Sumatera Utara Sebut PPKM Berdampak Pada 4 Sektor Utama

MEDAN, KabarMedan.com | Pandemi COVID-19 berdampak pada hampir semua sektor. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berimbas kepada empat sektor utama.

Dalam keterangan tertulis yang diterima disebutkan, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Soekowardojo mengatakan, terhadap tenaga kerja, di mana berdasarkan data Sakernas BPS, diperoleh estimasi tenaga kerja yang rentan terdampak di 4 sektor utama (PBE, Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi, dan Industri Pengolahan) sebanyak 182 ribu orang.

Tenaga kerja (TK) yang terdampak tersebut akan menjadi tanggungan program Jaring Pengaman Sosial Daerah (Bansos Provinsi). Selain terhadap tenaga kerja, PPKM juga sangat berdampak  pada penyaluran kredit yang mengalami perlambatan (4,12% -> 3,24%) tertahan oleh melemahnya Kredit Investasi (KI) hingga -10,56%.

Namun secara nominal, penyaluran kredit menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan II. Dari sisi sektoral, penyaluran pembiayaan meningkat pada sektor utama PBE dan konstruksi, namun mencatat
penurunan pada sektor pertanian dan industri pengolahan.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Pertumbuhan kredit yang melambat sejalan dengan pertumbuhan restrukturisasi kredit di seluruh sektor utama Sumatera Utara. “Namun demikian, risiko gagal bayar (NPL) masih relatif terjaga di angka 3,31%,” katanya.

PPKM juga berdampak pada pertumbuhan DPK perbankan yang menunjukkan penurunan (12,35% -> 11,02%) didorong oleh penurunan pada kelompok perbankan jenis simpanan giro dan deposito.

“Berdasarkan nominal, seluruh jenis simpanan mengalami penurunan mengindikasikan PPKM yang berkepanjangan diiringi dengan suku bunga rendah berdampak pada penurunan minat deposan untuk menabung,”katanya.

Sedangkan berdasarkan golongan nasabah, penurunan DPK juga didorong oleh optimalisasi Belanja Pemerintah serta Swasta yang diduga cenderung menempatkan simpanannya dalam bentuk lain atau digunakan untuk modal kerja.

“Sementara itu, secara spasial, DPK di seluruh Kab/Kota di Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Vaksinasi untuk mencapai Herd Immunity
Dijelaskannya, pelaksanaan vaksinasi massal di berbagai lokasi berkolaborasi dengan Forkopimda merupakan upaya yang ditempuh oleh Pemerintah untuk mengejar percepatan target vaksinasi.

Dikatakannya, tujuan mempercepat vaksinasi karena Sumut berada di urutan 11 Provinsi dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 tertinggi di Indonesia, berkontribusi sekitar 2% dari total kasus COVID-19 Nasional.

Per 23 Agustus 2021, situasi COVID-19  Sumut berada pada level 3. Peta persebaran risikonya masih sedang hingga tinggi. Untuk di Sumut, kata dia, dengan risiko tinggi antara lain Medan, Deli Serdang, Pematang Siantar, Tapanuli Utara, Samosir, Asahan.

“Kemudian Labuhan Batu. PPKM Darurat dan disiplin prokes diharapkan dapat mendukung penurunan kasus secara signifikan di Sumatera Utara,” ujarnya. [KM-05]