MEDAN, KabarMedan.com | Kasus pencurian dengan kekerasan yang korbannya seorang perempuan berinisial IK (26) ditikam dan mobilnya dibawa lari oleh teman dekatnya terungkap. Pelaku mengaku kesal karena dihina dan dimaki oleh korban.
Dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Rabu (22/12/2021) sore, Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol M. Firdaus mengatakan koban dan pelaku sebelumnya janjian ketemu pada Senin (20/12/2021) pukul 17.00 WIB.
Korban menemui pelaku di Pajus pada pukul 21.30 WIB kemudian makan malam dan berkeliling Kota Medan. Hingga pukul 02.30 WIB, tersangka dan korban bertengkar. Tersangka memukul dan menikam korban sebanyak 10 kali.
Mendapat serangan tiba-tiba, korban melawan dan menyelamatkan diri dengan keluar dari mobil. Pelaku melarikan mobil korban. Saat itu, korban yang terluka meminta tolong kepada warga lalu dibawa ke RS Putri Hijau.
Dijelaskannya, kasus ini diungkap oleh tim gabungan dari Jatanras Polrestabes Medan dan Jatanras Polda Sumut melalukan pengejaran terhadap pelaku. Tak sampai 24 jam, pelaku ditangkap di daerah Belawan dengan barang bukti mobil Brio merah milik korban dan sebilah pisau yang digunakan pelaku menikam.
“Saat ditangkap tersangka melawan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan tembak tersangka pada bagian kaki,” katanya.
Selanjutnya, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diobati lalu dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pisau itu dibeli di Toko Bali Kado oleh tersangka dan pelaku.
“Motif tersangka, sakit hati karena dihina dan dimaki korban,” katanya.
Dijelaskannya, tersangka dan korban merupakan teman dekat yang saling kenal sejak 3 tahun yang lalu. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara,” katanya.
Sementara itu, tersangka berinisial MF (26) mengaku nekat menikam korban karena kesal karena dimintai uang Rp 1,5 juta oleh korban untuk keperluan pribadinya. Dia mengaku sudah bertemu dua kali sebelumnya dan juga memberi uang Rp 1 juta dan Rp 1,5 juta.
“(Kenapa memberi uang) Saya macam terpengaruh selalu ngasih dia uang. Kenal sejak 3 tahunan. Dari Instagram,,” katanya.
Mengenai pisau itu, MF mengaku membelinya di Bali kado untuk keperluan kos. Selain pisau, dia juga membeli Tupperware dan sendok untuk perlengkapan kos. “Saya tak ada niat untuk ambil. Karena ketakutan saya bingung larikan diri saya bawa saya tinggal di Labuhan,” katanya.
Dikatakannya, mengenai emas, dia saat itu bertanya soal bagus atau tidak investasi emas.
Diketahui, IK ditikam bertubi-tubi di bagian perut, leher dan kedua kakinya oleh temannya lamanya setelah sebelumnya makan-makan dan keliling Kota Medan. Pelaku membawa kabur mobil dan handphone milik korban.
“Bukan pacar saya, teman. Saya kan awalnya jalan-jalan. Dari jam 10 (malam) lewat, di Pajus, kek biasa. Jajan, jalan-jalan di Kota Medan ini lah, keliling. Sekitar jam 12 malam, kami makan kerang rebus di Jalan Bambu, selesai itu keliling ke arah Marelan, Martubung, bolak balik,” katanya.
Korban masih dirawat di RS Putri Hijau karena mengalami luka 10 tusukan di sejumlah titik yakni 1 liang di bagian leher, 4 liang di bagian perut, 3 luang di kaki kiri dan dua liang di kaki kanan. [KM-05]














