Perang Dunia III Batal, IHSG dan Rupiah Naik Sedangkan Harga Emas Jungkir Balik

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin. (Foto: Ist)

MEDAN, KabarMedan.com | Kabar bahwa Rusia menarik pasukannya dari perbatasan kembali ke markas membuat pasar berbalik menjadi ceria. Dimana sebelumnya ketakutan pelaku pasar memuncak seiring dengan rencana invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, invasi yang digadang-gadang dilakukan di pekan ini tidak sesuai dengan kekhawatiran semua warga dunia.

Meskipun sejumlah negara barat dan blok negara yang mendukung Ukraina yaitu Nato, masih meragukan bahwa Rusia benar-benar telah meninggalkan perang dan lebih mengedepankan negosiasi.

Sejumlah negara yang tergabung dalam blok Ukraina belum sepenuhnya yakin bahwa Rusia benar-benar tidak akan menginvasi Ukraina nantinya.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin mengatakan, saat ini pelaku pasar tengah menikmati masa damai meskipun sifatnya diyakini sementara.

Namun, pelaku pasar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengubah strategi investasinya.

“Di pasar saham, IHSG yang sempat terpuruk pada perdagangan hari Senin hingga mendekati level 6.700 berbalik menguat dari hari Selasa hingga penutupan perdagangan hari ini,” ujarnya, Rabu (16/2/2022) malam.

Gunawan Benjamin menuturkan, IHSG ditutup menguat 0,63% di level 6.850,19. Penguatan IHSG tersebut dimulai sejak Selasa. Dan trennya mungkin akan terhenti pada perdagangan akhir pekan ini, karena pelaku pasar tengah menanti arahan kebijakan Bank Sentral Amerika atau The FED terkait situasi terkini serta arahan kebijakan Bank Sentral AS ke depan.

Baca Juga:  Sekda Provsu Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut

“Diyakini The FED akan tetap bernada hawkish di akhir pekan sehingga berpeluang menekan kinerja indeks bursa global,” tambahnya.

Kinerja mata uang Rupiah juga menguat tajam seiring dengat batalnya perang dunia ketiga. Mata uang rupiah yang pada perdagangan hari Senin sempat diperdagangkan di level 14.300-an per US Dolar, pada hari ini diperdagangkan menguat di kisaran 14.260-an per US Dolar.

Pemicunya masih sama yaitu meredanya ketegangan di benua Eropa.

Sementara itu, penguatan Rupiah juga bisa terhenti di akhir pekan ini. Dan tetap fokusnya ada di Bank Sentral AS.

“Nah, yang tak kalah mengejutkan adalah harga emas dunia. Harga emas dunia mengalami penurunan tajam setelah sempat menyentuh $1.879 per ons troy. Namun kabar baik dari Rusia membuyarkan harapan kenaikan harga emas. Dan penurunan harga emas ini bisa saja berlanjut hingga tutup akhir pekan jika The FED bernada hawkish nantinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Pegadaian Gelar Kuliah Umum dan Literasi Keuangan di Universitas Satya Terra Bhineka

Harga emas saat ini diperdagangkan dikisaran $1.856-an per ons troy. Namun harga emas domestik bisa saja turun lebih besar dibandingkan penurunan harga emas dunia.

Gunawan melanjutkan, apabila menghitung antara nilai tukar Rupiah dan harga emas dunia. Maka harga emas domestik itu nilai keekonomiannya (harga buyback) ada dikisaran 853 ribuan per gram.

Bandingkan dengan kondisi harga emas di awal pekan yang nilai keekonomiannya mencapai 866 ribu per gram.

Harga emas bisa turun dalam rentang 11 hingga 15 ribu per gramnya dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

“Saya menyarankan pelaku pasar tetap hati-hati. Ancaman belum sepenuhnya pergi. Tetap pantau perkembangan dunia terkini. Fokus ke penambahan kasus Covid-19, Bank Sentral AS serta ancaman perang dunia III. Semuanya ancaman itu masih ada di pasar hingga hari ini. Jadi jangan senang dulu dengan kabar batal perang saat ini. Semua bisa berubah dalam waktu singkat,” tandasnya. [KM-07]