9 Warga Binjai dan Langkat yang Terjebak di Ukraina Berhasil Dievakuasi, Begini Penuturan Iskandar

Iskandar, satu dari 8 WNI yang sempat terjebak di Ukraina sudah berkumpul di rumahnya di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai pada Rabu (23/3/2022).

MEDAN, KabarMedan.com | Setelah sempat terjebak di pabrik plastik tempatnya bekerja di Chernihiv, Ukraina, 9 warga Kota Binjai dan Kabupaten Langkat akhirnya bisa dievakuasi dan kini sudah pulang ke rumahnya masing-masing pada Selasa (22/3/2022) malam. Setibanya di Bandara Internasional Kualanamu dari Jakarta, mereka disambut di Wali Kota Binjai, Amir Hamzah di kantornya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah khususnya Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kementerian Pertahanan, Kedutaan Besar RI di Ukraina dan Polandia serta semua pihak,” katanya.

Dikatakannya, 9 orang itu merupakan pahlawan devisa dan demi kehidupan dan kebahagiaan keluarga mereka bekerja hingga jauh ke Chernihiv, Ukraina. Dikatakannya, sejak invasi Rusia ke Ukraina, Pemerintah Kota Binjai terus berdoa agar diberi keselamatan bersama ulama dan pendeta.

Diketahui, 9 orang itu terdiri dari enam warga Binjai bernama Iskandar, Muhamad Raga Prayuda, Muhamad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian, Rian Jaya Kusuma, dan tiga warga Langkat bernama Dedi Irawan, Zulham Ramadhan dan Amri Abas.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Ditemui di rumahnya di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai pada Rabu (23/3/2022) Iskandar tak berhenti mengucapkan rasa syukur karena selamat sampai tanah air. Dia mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, Menteri Luar Negeri ibu Retno, pihak KBR Indonesia, Pemko Binjai dan semua phak yang telah membantu proses kepulangan mereka dari Ukraina.

Dikatakannya, selama di Chernihiv, dia dan 8 orang lainnya bersembunyi di dalam bungker untuk menyelamatkan diri. Di bungker itu, suhu udara lebi dingin mencapat minus 1 derajat sehingga harus memakai jaket tebal dan sepatu kulit. Di bungker pun, suara tembakan, ledakan, pesawat hingga rudal pun terdengar dengan jelas.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Getaran rudal yang meluncur menggetarkan dinding bungker dan memecahkan kaca. Dia sempat tidak yakin bahwa evakuasi yang dimulai 13 Maret yang diawali datangnya 3 orang polisi Ukraina bersenjata lengkap yang mengecek kartu identitasnya berujung pada keberhasilan evakuasinya dengan mobil boks dan diiringi suara dentuman di kanan kiri.

Sementara itu, Ayi Rodiah mengatakan dirinya sangat bersyukur suami, anaknya dan 7 orang lainnya berhasil dievakuasi dari zona perang. Dia juga berterima kasih kepad apemerintah yang sudah berupaya keras untuk mengevakuasi dan membantu kepulangan mereka hingga bertemu keluarga.

“Alhamdulillah sudah pulang, sudah sampai rumah dengan selamat. Terijabah semua doa. Untuk saat ini tak memikirkan mau apa-apa karena keinginan besar kemarin sudah terpenuhi. Kedepannya mau gimana, ya jalani sama-sama,” katanya. [KM-05]