Perang, Ekspor Sumut Naik Secara Tidak Langsung

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin melihat Sumut pada dasarnya tengah mengalami perbaikan pada kondisi ekonominya. Karena impor barang modal naik sebesar 9,65% dan bahan baku/penolong naik 15.73%.

Kenaikan impor tersebut tentunya menjadi kabar baik karena akan menopang perputaran ekonomi di wilayah Sumatera Utara.

“Namun untuk kinerja ekspor, meskipun terlihat ekspor dalam kinerja yang positif. Akan tetapi saya menilai ekspor Sumut yang banyak didominasi oleh minyak nabati/hewan yang dalam hal ini adalah ekspor CPO, maka di bulan selanjutnya (Mei) berpotensi mengalami tekanan. Hal ini lebih dikarenakan bulan Mei ini ada hari libur yang membuat aktivitas ekspor turun,” jelas Gunawan, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga:  Sekda Provsu Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut

Gunawan menambahkan, adanya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor CPO bisa memicu terjadinya tekanan pada ekspor Sumut.

Sejauh ini memang transaksi ekspor-impor di Sumut secara langsung tdak berimbas perang Rusia dan Ukraina. Perang tersebut belum mengganggu aktivitas ekspor impor di wilayah Sumut.

Mengingat mitra utamanya masih dari negara-negara di kawasan Asia seperti China dan ASEAN. Selanjutnya ada India dan AS.

Baca Juga:  Anggota DPRD Medan Lailatul Badri Temui Pendemo di Tengah Hujan, Limbah Pabrik Kecap Jadi Sorotan

Tetapi masih ada ancaman-ancaman dalam jangka pendek terkait dengan kinerja ekspor impor tersebut yaitu adanya perang Rusia-Ukraina yang bisa saja merubah harga acuan komoditas di Sumut.

“Saya menilai, meskipun secara langsung perang Rusia-Ukraina tidak lantas berpengaruh pada kinerja ekspor impor Sumut, akan tetapi secara tidak langsung turut mendorong pemulihan kinerja ekspor Sumut,” tandasnya.

Perang yang membuat harga energi dunia mengalami kenaikan, turut mendorong kenaikan pada harga CPO. Dan tren kinerja ekspor Sumut yang membaik juga turut dipicu oleh kenaikan harga CPO dunia. [KM-07]