MEDAN, KabarMedan.com | Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali mengalami erupsi, Selasa (7/5/2019). Dimana, ketinggian kolom abu mencapai sekitar 2000 meter.
“Erupsi terjadi pukul 06.41 WIB dengan tinggi kolom abu 2.000 meter,” kata Muhammad Nurul Asori, Pengamat pada Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Selasa (7/5/2019).
Debu material vulkanik yang dilemparkan menyebar ke arah Tenggara-Timur. “Kota Berastagi terkena debu tipis. Untuk daerah lainnya kita belum mendapatkan info,” ujarnya.
Masyarakat pun iimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km untuk sektor Utara-Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta 4 km untuk sektor Utara-Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, PVMBG memonitor erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sekitar 42 menit 49 detik.
“Hujan abu cukup tebal saat erupsi dan distribusi abu vulkanik mengarah ke barat daya dari puncak gunung,” katanya.
Sutopo mengatakan, hujan abu vulkanik yang jatuh di beberapa desa sekitar Gunung Sinabung dengan cukup tebal. Namun, katanya, masyarakat tidak panik menyikapi erupsi Gunung Sinabung, karena telah banyak belajar dengan erupsi-erupsi yang berlangsung sebelumnya.
“Masyarakat telah memahami daerah yang berbahaya daerah luncuran awan panas. Apalagi ribuan masyarakat sekitar Gunung Sinabung yang tinggal di zona merah telah direlokasi,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan distribusi abu vulkanik, PVMBG telah mengeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) atau notifikasi terkait dengan aktivitas penerbangan. Notifikasi yang dikeluarkan berstatus warna oranye (Orange).
“Berarti aktivitas gunung api berpotensi membahayakan penerbangan. VONA yang diperbaharui akan dikeluarkan apabila kondisi telah berubah secara signifikan atau perubahan status warna terjadi,” pungkasnya. [KM-03]














