Menjadi Manusia Seutuhnya Untuk Membangun Negeri

MEDAN, KabarMedan.com | Membangun negeri adalah tanggung jawab anak bangsa. Generasi muda harus mampu meneruskan cita-cita bangsa untuk membangun negeri menjadi lebih makmur dan sejahtera.

Hal tersebut terungkap Dr. H. Ardiansyah Lc, MA, Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara dan juga dosen di UIN Sumatera Utara selaku khatib dalam Sholat Idul Fitri 1440 H/2019 M di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (5/6/2019).

Di hadapan ratusan umat Islam yang memenuhi lapangan tersebut dia menuturkan, Ramadhan adalah momen untuk menempa hati, mensucikan jiwa, dan mengasah nalar serta membangun optimisme dan jiwa yang lapang sekalipun menghadapi beratnya tantangan dan sulitnya situasi.

Menurutnya, sebagai anak bangsa kendati berbeda mazhab, agama, bahkan pandangan politik tetapi tetap berketuhanan yang Maha Esa. Manusia Indonesia, kata dia, sudah bersepakat berbahasa, berbangsa dan bertanah air satu, Indonesia.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Dan menyadari bahwa Islam tidak melarang kita berkelompok dan berbeda. Yang dilarang adalah berkelompok dan saling bermusuhan,” katanya.

Hal tersebut menurutnya tertuang dalam Q.S Ali Imran (3): ayat 105, “dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih dalam tujuan setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat”.

Dia berharap Idul Fitri menjadi sumbu semangat untuk sadar akan asal kejadian manusia dari tanah. Kesadaran akan asal manusia mengantar pada kemampuan memahami jatidiri yang sebenarnya. Tanah, lanjutnya, berbeda dengan api yang menjadi asal muasal iblis. Tanah bersifat stabil.

Tidak bergejolak seperti api. Tanah menumbuhkan sementara api membakar. Tanah dibutuhkan oleh manusia, binatang dan tumbuhan sementara api tidak. “Jika demikian, manusia semestinya stabil, bertanggung jawab, konsisten dan tidak bergejolak serta selalu memberi manfaat bagi alam sekitarnya,” katanya.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Selain kesadaran akan asal, menurutnya manusia juga dituntut untuk sadar terhadap kesamaan dan kebersamaan. Keduanya yang menjadi sumbu untuk lebih peduli terhadap sesama, dan menyebarkan keadilan sosial. “Zakat adalah simbol upaya mewujudkan kepedulian dan keadilan sosial,” katanya.

Usai Sholat Idul Fitri, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berpesan untuk menyebarkan kebaikan sehingga dapat membangun Sumatera Utara yang bermartabat. Menurutnya, dalam menjalani kehidupan, seseorang harus menjadi manusia seutuhnya.

“Republik ini dimerdekakan oleh beragam (suku bangsa) sehingga terciptalah persatuan dan kesatuan negeri ini. Sebagai Rahmatan Lil Al-Amin, maka umat Islam harus bisa menyebarkan kebaikan. Generasi muda harus dapat meneruskan cita-cita bangsa. Memakmurkan negeri,” katanya. [KM-05]