MEDAN, KabarMedan.com | Percepatan proses pelaksanaan proyek jalan tol di Kota Medan yang telah memasuki tahap studi kelayakan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menargetkan, tahap studi kelayakan ini akan rampung dalam enam bulan ke depan.
“Kalau bisa, kita percepat saja semuanya. Asalkan tidak ada yang salah sesuai aturan,” ujarnya saat pencanangan studi kelayakan proyek itu di Medan, Kamis (15/8/2019).
Padahal, pada umumnya, studi kelayakan proyek seperti ini paling cepat rampung dalam sepuluh bulan. Namun, Edy optimistis, dengan kerja keras seluruh pihak terkait, uji kelayakan bisa rampung dengan sangat cepat.
Setelah studi kelayakan rampung, rencana proyek ini masih akan melewati sedikitnya sepuluh tahapan lagi hingga mencapai financial closed, dan proses konstruksi selesai. Tahapan ini sendiri memakan waktu sekitar 1 tahun 10 bulan. Namun, lagi-lagi Edy memasang target cepat. “Kita buat jadi 1,5 tahun,” tegasnya.
Dengan begitu, paling tidak, pada awal 2021 mendatang, proses konstruksi infrastruktur jalan tol dalam kota ini dilaksanakan. “Ini untuk menjawab keluhan masyarakat Medan, karena jalan kita di sini sudah sangat macet di mana-mana,” ungkapnya.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menambahkan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung proyek ini. “Apalagi Gubernur Sumut sangat mendukung pengadaan proyek ini. Bukan 100 persen, tetapi 150 persen,” katanya.
Meski tak memakan dana pemerintah, proyek yang dibangun atas kerja sama dengan pihak swasta ini akan tetap diawasi Pemerintah Pusat. “Kita akan kawal untuk memastikan seluruh tahapan berjalan baik, mulai dari skema kerja samanya sampai proses pembangunan rampung,” ungkapnya.
Dia meyakini, dengan dukungan pemerintah provinsi yang begitu tinggi, proyek ini akan segera rampung dalam waktu yang tak begitu lama. Sehingga, diharapkan proyek ini bisa menjawab keluhan masyarakat Sumatera Utara, terutama masyarakat Medan terkait kondisi jalanan yang makin macet.
Sebagai catatan, proyek tol dalam kota di Medan ini akan dibagi dalam tiga seksi yakni Seksi I Helvetia – Titikuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titikuning – Pulobrayan sepanjang 12,44 km, dan Seksi III Titikuning – Amplas sepanjang 4,25 km.
Pemerintah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk menjalankan proyek ini dengan investasi sebesar Rp15 triliun. Proyek ini dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Saat ini terdapat tiga jaringan jalan tol di Medan, yaitu Medan – Binjau (17 km), Belawan – Medan – Tj Morawa (33.7 kilometer), dan Medan – Kualanamu – Tebinggi – Tinggi atau MKTT (61,8 km). Ruas Medan – Binjai saat ini tinggal menunggu penyelesaian di seksi I, sedangkan ruas MKTT menunggu peresmian seksi VII. [KM-05]














