Ada 2 Buaya Muara Berukuran 3 Meter di Simangalam, Jika Semakin Meresahkan Akan Dievakuasi

MEDAN, KabarMedan.com | Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menemukan kemunculan dua buaya muara dewasa berukuran 3 meter di perairan Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara saat mengecek lokasi Misran (59) diserang buaya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Wilayah II Pematang Siantar BBKSDA Sumut, Seno Pramudhita kepada wartawan, Kamis (12/9/2019). Buaya muara tersebut terlihat oleh anggotanya yang mengecek ke lokasi tidak jauh dari tempat Misran (59) diserang buaya saat mengambil perangkap ikan yang dipasang pada pagi harinya.

“Nampak kemarin, ada dua tapi tak sempat mereka mengambil foto. Karena muncul sebentar lalu menghilang,” katanya.

Dikatakannya buaya yang dilihat oleh anggotanya adalah buaya muara. Namun demikian, pihaknya belum mengidentifikasi jenis kelamin buaya. Mengenai asal usulnya sehingga berada di tempat tersebut, lanjut dia, kemungkinan berasal dari muara yang berjarak sekitar 20 km. Menurutnya, kepindahan buaya muara ke perairan Desa Simangalam kemungkinan karena masih ada hutan mangrove yang menjadi habitatnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Mengenai kemungkinan berkembang biak, tergantung apakah buaya tersebut jantan dan betina. Menurutnya, kebiasaannya, buaya bisa bepergian sendiri maupun bersamaan dengan yang lain. “Perilakunya, bisa aja sepasang atau sendirian. Kalau itu sepasang, ya bisa saja berkembang (biak),” katanya.

Pihaknya bersama masyarakat akan memasang plang tanda bahaya dan imbauan agar tidak mendekat atau menghindari titik-titik di mana buaya sering muncul. “Kalau untuk evakuasi tentunya kalau sudah semakin meresahkan. Kita lihat situasi dulu. Masih mencari solusi yang tepat. Karena memindahkan buaya itu bukan perkara mudah,” katanya.

Camat Kualuh Selatan, Abdul Hariman mengatakan
warga saat ini resah dan khawatir mencari ikan lantaran seorang warga diserang buaya pada Jumat (6/9/2019) yang lalu. Buaya tersebut masih berada di lokasi. “Masyarakat ya resah. Mereka selama ini mencari nafkah, terutama di sungai itu, mencari ikan. Karena memang ikannya banyak,” katanya.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Disebutkan Hariman, Misran mengalami luka di paha kanan, perut bagian bawah dan pinggul sebelah kanannya. Misran harus mengalami 18 jahitan pada luka di paha kanannya. Saat itu, Misran dan anaknya Sahdan (33) sedang memeriksa perangkap ikan yang dipasang di Sungai Simangalam

Tiba-tiba sampannya dihantam buaya, dan Misran ditarik ke dalam air. Saat bergumul itu, tubuh Misran sempat lepas dan kemudian ditarik anaknya naik ke sampan. Dalam keadaan terluka di bagian perut dan paha, Misran dibawa ke rumah di Dusun Tanjung Alam.

Disebutkan Hariman, kasus serangan buaya di desa itu sudah beberapa kali terjadi dalam setahun terakhir, dan diduga buayanya hanya satu ekor. Namun baru kali ini menyebabkan korban luka. [KM-05]