MEDAN, KabarMedan.com | Satu orang anak meninggal dunia dan belasan anak lainnya mengalami luka ringan setelah odong-odong yang ditumpanginya tertimpa dump truck yang bertabrakan dengan dump truck dari arah berlawanan di Binjai pada Sabtu malam (22/2/2020) sekitar pukul 20.00 wib.
Kassubag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengatakan, peristiwa kecelakaan Lalu lintas itu terjadi di Jalan T.A. Hamzah, tepatnya di depan Mesjid Al Fallah Keluraha Jati Utomo Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.
Awalnya, kecelakaan antara dump truck (BG 8831 E) kontra dump truck (Belum diketahui nomor polisinya) yang melaju dari arah berlawanan. Tabrakan tersebut mengakibatkan salah satu dump truk menimpa odong-odong yang ditarik dengan kendaraan Honda Supra BK 5666 GW yang dikemudikan Nuriadi (41).
“Odong-odong itu selain pengemudi ada 1 orang nenek, istri Nuriadi, dan penumpangnya ada 16 orang. Odong-odong itu sedang berhenti karena di depannya ada mobil sedang mundur,” katanya, Minggu (23/2/2020).
Siswanto menerangkan, kronologis kejadiannya menurut keterangan Nuriadi, setengah jam sebelumnya dia keluar dari rumah langsung mendapat sewa tetangga sekampung sekitar 16 orang menuju Jalan T.A Hamzah kemudian balik arah pulang.
“Pada saat berhenti itu lah, pada saat bersamaan terjadi tabrakan (laga kambing) 2 unit mobil colt diesel yang bermuatan sirtu (pasir dan batu) sehingga salah satu mobil colt diesel menimpa odong-odong yang lagi berhenti,” katanya.
Saat itu, sebagian penumpang sempat menyelamatkan diri dengan cara melompat. Namun, nahas, ada satu orang meninggal dunia. Atas kejadian itu, lanjutnya, Kasat Lantas AKP Ali Umar, Kapolsek Binjai Utara Kompol Gultom R. Feriana dan jajarannya, anggota Polsek Binjai Utara turun ke TKP.
“Dalam kecelakaan tersebut penumpang odong-odong meninggal dunia bernama Rizki (7), warga Jalan Sukaramai Dusun 1, Desa Tandam Hulu II Kecamatan Hamparan Perak,” katanya.
Sementara itu, korban lainnya, Zul (11), seorang penumpang mengalami patah pada bagian kaki sebelah kiri. Menurutnya, keseluruhan penumpang odong-odong itu adalah anak-anak mulai dari umur 2,5 tahun – 12 tahun, mengalami luka bervariasi, yakni luka ringan, terkilir, memar di bibir dan kepala.
“Korban yang meninggal dunia dibawa ke Rumag Sakit dr. Djoelham Binjai,” katanya.
Untuk kedua sopir truk, kata dia, belum bisa diambil keterangannya karena masih dirawat di Rumah Sakit Bidadari dan mengalami geger otak. Sementara supir satunya lagi, dirawat di Rumah Sakit Asia Medica Tandem, mengalami sesak dan lebam di bagian dada. [KM-05]














