
MEDAN, KabarMedan.com | Ada yang unik di pinggir jalan ketika melintasi di depan Masjid Al Muttaqin, di Dusun I, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Di tempat tersebut, terdapat pohon kelapa yang batangnya meliuk-liuk di bagian atasnya, menyerupai ular.
Batang pohon kelapa itu tidak seperti pohon kelapa lainnya. Dengan tinggi sekitar 15 meter dan bentuknya yang unik, menjadi pemandangan lain. Seorang warga, Masniah (87) menyebut pohon kelapa itu ditanam almarhum suaminya Baharuddin (82), sekitar 37 tahun yang lalu. Dia dan almarhum suaminya pun tak mengerti kenapa bentuknya bisa sedemikian rupa.
“Pertama kali ditanam itu tiga batang, cuma satu batangnya sudah terbakar karena tersambar petir,” ujar Masniah, Rabu (8/9/2021).

Dikatakannya, karena bentuknya yang aneh, tak sedikit pengguna jalan yang sejenak berhenti untuk sekedar berfoto dengan latar belakang pohon tersebut. Masniah mengaku, tidak ada larangan bagi siapapun untuk mengambil buah kelapa yang tumbuh. Selama ini, jika buahnya jatuh, ada saja yang mengambilnya. “Kami pun kadang ambil juga, untuk di jual,” ujar Masniah.
Asal mula nama desa
Masniah kemudian bercerita sedikit tentang asal mula nama desa yang tak kalah uniknya, Naga Kesiangan. Menurut sepengetahuannya, dahulu kala terdapat seekor naga yang nyangkut di jembatan, sekitar 500 meter dari lokasi pohon kelapa unik itu.
Di sungai itu, dulu saat banjir seekor naga tersangkut di jembatan itu. Ekornya mengarah ke Kampung Naga Buntu, Dusun II, dan kepalanya mengarah ke Desa Naga Kesiangan ini di Dusun I, Sergai sehingga diberi nama Desa Naga Kesiangan. “Yang dulu katanya seekor naga sekarang sudah menjadi batu di bawah jembatan itu. Dan batunya itu belok-belok seperti badan naga,” ujarnya. [KM-05]













