
MEDAN, KabarMedan.com | Banjir lahar dingin dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Kamis (26/8/2021) malam hingga Jumat (27/8/2021) dini hari membawa material berupa batu, pasir, lumpur dan kayu. Akibatnya, jalur transportasi di dua kecamatan di Kabupaten karo putus.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo, Nathanail ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat (27/8/2021) siang menjelaskan, banjir lahar dingin dari Gunung Sinabung itu terjadi di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket. Material berupa batu, pasir, lumpur dan kayu itu mengakibatkan putusnya jalur transportasi dua kecamatan.
“Banjir lahar dingin di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket itu membuat putusnya jalur transportasi yang menghubungkan kecamatan Tiganderket ke Kecamatan Kutabuluh,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini pihaknya bekerjasama dengan Dinas PU melakukan normalisasi di lapangan. Dia berharap agar Dinas PU menurunkan alat berat guna memudahkan proses normalisasi di jalur lahar dingin Gunung Sinabung yang membawa berbagai macam material tersebut.
Ketika ditanya apakah ada fasilitas umum yang rusak akibat banjir lahar dingin Gunung Sinabung, Nathanail mengaku sampai saat ini belum ada laporan adanya rumah rusak. Menurutnya, memang di lokasi tersebut terdapat rumah namun belum diketahui apakah selama ini rumah tersebut ditempati atau tidak.
“Karena di sepanjang aliran lahar dingin ada rumah tapi kita tahu selama kondisinya kosong. Korban jiwa, belum ada laporan,” ungkapnya. [KM-05]













