Anak Muda NU: People Power Dinilai Lebih Banyak Mudarat untuk Rakyat

MEDAN, KabarMedan.com | Gerakan people power yang berubah menjadi gerakan kedaulatan rakyat, dinilai lebih banyak mudarat bagi rakyat dan bangsa Indonesia dari pada maslahatnya. Pasalnya, hal ini yakini akan banyak di tumpangi kepentingan kelompok yang menginginkan negara chaos dan tak terkendali.

Anak Muda Nahdlatul Ulama, Ahmad Riduan Hasibuan, mengatakan gerakan kedaulatan rakyat yang sebenarnya telah di tunaikan dengan proses demokrasi yang jujur, adil, tertib dan rahasia melalui proses pemilu yang sah secara konstitusi dan tinggal menunggu penetapan oleh KPU sebagai lembaga yang di amanahi undang undang.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

“Rakyat secara berdaulat telah menjatuhkan pilihannya melalui pemilu. Jikada ada yang tak puas silahkan tempuh jalur hukum melalui MK, bukan membuat gerakan jalanan yang rentan di tumpangi kepentingan lain,” kata Ahamda yang juga Wakil Bendahara GP Ansor Sumatera Utara ini, Minggu (19/5/2019).

Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak ikut dalam kegiatan people power dan gerakan jalanan yang justru tidak produktif dan lebih memilih mendoakan bangsa dan negara dari rumah masing masing agar tetap aman dan terkendali.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

“Lebih baik Ramadhan di isi dengan kegiatan yang menyejukkan dengan mendoakan, membaca al qur’an, bersodaqoh dan saling membantu sesama saudara dan tetangga kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Di sisi lain, gerakan people power ini rentan disusupi oleh kelompok-kelompok ekstrimis yang menginginkan adanya kegaduhan dan ketakutan di tengah masyarakat serta akan menimbulkan mudarat yang besar bagi bangsa kita. [KM-03]