Anjing Kesayangan Anaknya Hilang, Perempuan Ini Lapor ke Polisi, Ternyata Dikurung di Kedai Tuak

MEDAN, KabarMedan.com | Kasus unik terjadi di Kota Medan. Seorang perempuan menangis dan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Medan karena anjing kesayangan anaknya hilang sejak Senin malam. Anaknya terus menangis dan tak mau belajar karena itu.

Videonya pun viral di sejumlah akun media sosial Instagram. Terlihat di video itu, seorang perempuan sambil menggendong anjing warna putih mengucapkan terima kasih karena kesigapan pelayanan personel di Polrestabes Medan khususnya di SPKT.

Dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (29/3/2022) sore, AKP Nelson Silalahi dari SPKT Polrestabes Medan mengatakan, perempuan itu bernama Lidia Berliana Bru Purba. Dia datang pukul 09.00 WIB sambil menangis-nangis.

Pihaknya kemudian menenangkannya dan diminta untuk menceritakan penyebannya menangis dan datang ke kantor polisi. Ternyata, dia mengadukan anjingnya yang hilang sejak Senin malam. Anjing itu sangat berarti bagi perempuan itu karena anaknya sangat menyayanginya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

“Kami tenangkan kenapa Bu, katanya anjingnya ilang. Kami pun bilang, woi, kek mana ini jam 9 pagi orang datang lapor anjingnya hilang,” katanya.

Setengah jam kemudian, dia memerintahkan anggotanya untuk mengecek ke rumahnya. Sesampai di rumah Lidia, anggotanya mendapat informasi bahwa anjing itu berada di kerangkeng di kedai tuak tak jauh dari rumahnya yang sering menjadi tempat memotong anjing.

“Lokasinya di Pasal 2, Kecamatan Medan Perjuangan. Tempat kedai tuak. Saat anggota ke sana, sempat terjadi perdebatan karena si pemilik kedai tuak bilang anjing itu dibelinya, sementara si ibu itu membantahnya,” katanya.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Akhirnya, pihaknya memutuskan untuk menyelesaikan kasus itu dengan mengganti anjing itu dengan memberi Rp 150 ribu kepada pemilik kedai tuak sehingga anjing itu bisa dibawa pulang oleh Lidia.

“Uang itu kita bijaksanakan lah. Yang penting masalah selesai. Anjing itu kembali kepada ibu itu,” katanya

Setelah anjing itu dibawa oleh Lidia, mereka kembali ke SPKT Polrestabes Medan. Di kantor polisi, Lidia mengucapkan terima kasih atas kesigapan pelayanan personel SPKT Polrestabes Medan sehingga anjing kesayangannya bisa kembali.

“Jadi katanya, anjing itu sudah sangat akrab dengan sekeluarga. Anjing itu jadi teman tidur anaknya, tak mau anaknya belajar dan nangis terus karena anjingnya hilang,” katanya. [KM05]