MEDAN, KabarMedan.com – Asap kebakaran hutan dan lahan di Riau diduga sudah ‘memasuki’ Medan. Kesaksian warga mengatakan suasana sejak Rabu pagi tadi serupa dengan karhutla di tahun 2015 yang lalu. Di sisi lain, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebut di di Sumatera Utara terdapat 6 titik panas.
Seorang warga bernama Irwansyah, di Jalan Brigjend Katamso mengatakannya. Menurutnya, cuaca seperti mendung namun tidak hujan. Langit pun, kata dia, juga tidak lagi biru. Asap sudah menutupi pandangan mata untuk melihat ke atas. “Ini seperti karhutla tahun 2015. Langitnya sepretti ini lah, putih semua,” katanya, Rabu (18/9/2019).
Warga lainnya, Tedi mengatakan masyarakat masih terbantu hujan deras di sore atau malam hari. “Untung turun hujan. Kalau tidak, pasti lebih nampak lagi ni. Mudah-mudahan cepat ditangani kebakaran di sana,” katanya.
Di Lab uhan Batu, Fajar Dame Harahap, mengatakan, asap karhutla sudah muncul sejak beberapa hari namun masih tipis. Sedangkan Zamharir Rangkuti, di Mandailing Natal menyebut asap sudah mundul sejak seminggu yang lalu. “Udah satu minggu lebih. Beberapa hari ini mulai hilang. Tidak terlalu tebal. Perkiraan jarak pandang masih normal. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan mengatakan, saat ini memang terdapat sebanyak 6 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, ke enam titik panas ini dengan tingkat kepercayaan diatas 50% di daerah satu titik di Asahan, satu titik di Humbang Hasundutan (Humbahas), satu titik di Padang Lawas Utara (Paluta) dan tiga titik di Labuhanbatu.
“Pola angin di Sumatera Utara bertiup dari arah tenggara hingga barat daya. Sehingga mengakibatkan wilayah kota Medan dan Deliserdang terdampak asap dari empat daerah tersebut,” jelasnya.
Dari pengamatan yang dilakukan, saat ini kelembaban udara cukup tinggi (RH 80%) dan suhu 27°C. “Hal ini mengindikasikan adanya kabut akan bertahan pada pagi hingga siang hari, karena hujan diperkirakan akan terjadi pada malam hingga dini hari,” jelasnya.
Namun begitu, Edison menyampaikan, untuk jarak pandang saat ini masih tergolong aman bagi penerbangan. Ia menerangkan, tercatat di Bandara Kualanamu dan Aek Godang jarak pandang sejauh 3 km. Sedangkan di Bandara FL Tobing Sibolga dan Binaka Nias masih diatas 10 km. (KM-05)














