MEDAN, KabarMedan.com – Tiga bus tiba di stasiun bus Makmur di Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan amplas Kamis pagi tadi (19/9/2019) sekitar pukul 09.00 – 10.00 wib dari Pekanbaru. Sejak tiga minggu terakhir, jumlah penumpang dari Pekanbaru mengalami peningkatan 10%.
Karyawan CV Makmur, Viktor Butar-butar, mengatakan, memang bus yang sudah datang tersebut tidak semuanya terisi penuh karena saat ini sedang musim sepi penumpang. Faktor penyebabnya kabut asap karhutla di Riau. Para penumpang dari Pekanbaru itu turun di beberapa titik, misalnya Tebingtinggi, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Medan, Binjai Stabat, dan lainnya.
“Ada sedikit tambahan penumpang, belum signifikan. Sekitar 10 persen lah. Memang sekarang ini bulan ini sepi penumpang. Lonjakan 10 persen. Sejak ada kabut asap itu lah,” katanya.
Berdasarkan laporan dari supir bus, asap karhutla telah membuat jarak pandang menjadi pendek. Jika biasanya 200 meter, kini tinggal 50 meter. Sehingga supir harus berjalan lebih perlahan-lahan. “Tentunya itu memengaruhi waktu tempuhnya. Lebih setengah atau sejam dari biasanya,” katanya.
Beberapa penumpang yang turun dari bus masih menggunakan masker. Menurut mereka, masker itu digunakannya sejak keberangkatan dari Pekanbaru. “Ya, asap di sana tebal. Jadi harus pakai masker,” ujar seorang penumpang sembari mengangkat barang bawaannya. Dia enggan diwawancara lebih lanjut.
Seorang penumpang, Yehezkiel (33) tiba di Medan pukul 09.45 wib. Dia bersama istrinya, Rasiana (26) dan anaknya Yoselin (8 bulan). Menurutnya, kabut asap di rumahnya di Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau sudah sangat pekat.
“Jarak pandang hanya 100 meter. Anak saya saja sakit sampai muntah-muntah ini. Makanya kita ke Medan dulu lah, tiga Minggu di sini,” katanya. (KM-05)














