Bangkitkan Budaya Nasional, Pemko Medan Wajibkan ASN Berbaju Adat

Kebijakan baru Walikota Medan dalam rangka melestarikan budaya yaitu ASN di Pemko Medan wajib mengenakan pakaian adat setiap hari Jumat. (Foto: Istimewa)

MEDAN, KabarMedan.com | Walikota Medan, Bobby Nasution mengeluarkan kebijakan pelestarian budaya dan tradisi.

Salah satunya mewajibkan seluruh ASN di Pemko Medan agar mengenakan pakaian adat setiap hari Jumat. Kebijakan ini telah dimulai Jumat 3 September 2021.

Bobby Nasution sendiri memilih mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan Tanjak berwarna kuning dipadukan sarung dengan warna senada ditambah teluk belanga berwarna hitam.

Terlihat, seluruh ASN di Pemko Medan juga telah mengenakan pakaian beranekaragam adat yang ada di tanah air. Terkhususnya pakaian adat sejumlah suku di Sumatera Utara.

Menanggapi kebijakan ini sejumlah budayawan pun memberikan pujian. Suyadi San, seniman yang juga peneliti Balai Bahasa Sumatera Utara menilai langkah tersebut bagus.

Kota Medan yang unik nan heterogen jug multikultural sudah selayaknya menampakkan ciri khasnya.

“Wah, bagus itu. Medan kota yang unik. Heterogen dan multikultural. Sudah banyak yg lupa dengan adat-tradisi kan, termasuk ASN? Nah, saatnya sekarang kembali ke tradisi. Walau berupa simbol, lama-kelamaan akan tertanam kembali semangat tradisional di tengah hiruk-pikuk modernitas, misal semangat gotong royong, tepa salira, saling menghargai,” papar Suyadi San, Sabtu (4/9).

Baca Juga:  Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan Secara Militer di TMP Lubuk Pakam

Dikaitkan Suyadi, apa yang dilakukan Bobby Nasution akan melestarikan budaya dan tradisi sendiri.

“Meminjam trigatra Badan Bahasa (utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing, lestarikan bahasa daerah), utamakan budaya nasional, ketahui budaya asing, lestarikan budaya tradisi,” pungkas Suyadi San.

Ketua Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Sumut Idris Pasaribu juga memuji langkah Wali Kota Medan.

Kata Idris, sejak lama dia telah mengusulkan hal seperti ini. Dan di zaman Bobby Nasution jadi wali kota akhirnya terwujud.

“Saya sudah lama menulis agar Sumatera Utara tidak hanya batik. Masing-masing daerah harus kenakan pakaian adat masing-masing. Pakai adat Melayu, Karo, Batak, Nias dan sebagainya. Pasti akan ada manfaatnya selain mempertahankan tradisi,” kata Idris.

Katanya, jika tradisi digunakan maka akan meningkatkan perekonomian.

“Penenun dapat penghasilan, modiste dapat, penjahit dapat, transportasi dapat penghasilan, banyak pihak bakal merasakan dampak yang bagus andai tradisi kita banggakan, kita kenakan. Saya apresiasi langkah Bobby Nasution,” lanjut Idris.

Baca Juga:  Emosi Keluarga Meledak Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nenek di Sergai

“Kalau pakai tenun asli, lebih bagus. Akan menjaga tradisi. Langkah yang bagus. Karena banyak keuntungan kalau pakai tenunan asli. Tiap daerah punya tenun masing-masing,” tandasnya.

Langkah Bobby Nasution soal tradisi ini sejak awal telah dibuktikannya.  Pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 lalu, Bobby Nasution tampil ke publik dengan pakaian adat Toba.

Itu merupakan simbol bahwa Bobby Nasution merupakan wali kota yang mengabdi dan bekerja untuk seluruh lapisan, seluruh kelompok dan golongan.

“Mencerminkan Bhineka Tunggal Ika yang beragam namun memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Saya sebagai Kepala Badan Kebudayaan (BKN) Sumut menyatakan, Bobby memang seorang nasionalis sejati, sebagai etnik Mandailing memakai pakaian Toba, menunjukkan sikap bahwa di Sumut, etnik itu adalah milik bersama,” puji Kepala BKN Sumut Idris Pasaribu saat itu. [KM-07]