MEDAN, KabarMedan.com | Polisi mengungkap peran masing-masing pencuri uang milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Senin (9/9/2019). Di Mapolrestabes Medan, Selasa (1/10/2019) siang tadi, empat dari enam pelaku yang sudah tertangkap dijejerkan dan terus menundukkan kepalanya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, uang yang diambil dari Bank Sumut setelah sampai di parkiran kantor Gubsu ditinggalkan di dalam mobil. Beberapa saat kemudian saat uang tersebut akan dipindahkan, uang tersebut sudah raib.
“Pemilik kendaraan, salah satu yang mengambil uang (dari bank) ingin menggunakan kendaraan untuk menjemput istrinya. Saat akan dipindahkan ternyata uang tersebut hilang dari mobil. Dari situ kami lakukan penyelidikan, beberapa alat bukti kami cari, dari cctv, lalu identifikasi modus para pelaku,” katanya.
Dalam prosesnya, pihaknya menemukan adanya kesamaan dengan pencurian yang terjadi pada Jumat (6/9/2019) di parkiran USU yang mana korban mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta. “Dengan rute yang sama. Mengambil uang dari Bank Sumut kemudian di parkiran USU diambil. Kita kumpulkab cctv, kita dapati modus mereka menggunakan dua kendaraan, minibus hitam dan silver.
Di kedua TKP sama,” katanya.
Peran Para Pelaku
Polisi sudah mengidentifikasi para pelaku. Di mobil hitam, kata dia, ada dua orang yakni Pandiangan dan Niksar. Kemudian di mobil silver ada tiga orang, bernama Musa, Tukul dan Niko. “Tukul berperan turun melihat di sana ada tas dan barbut, yang jadi sasaran. Dia merusak pintunya. Setelah itu, Niko yang ambil. Musa langsung menghidupkan kendaraan. Satu lagi dengan kendaraan roda dua, awasi sekuriti. Namanya Indra,” katanya.
Dia menambahkan, keenam pelaku berkomplotan. Para pelaku menunggu korban yang mengambil dan membawa uang kemudian diikutinya. “Modusnya berangkat dari Bank Sumut. Nasabah yang sudah ambil uang kemudian dimanfaatkan kelengahannya. Sistemnya menunggu, kalo ada yang membawa mengambil, mereka beraksi,” katanya.
Dari keenam pelaku, ada dua orang yang masih dalam pencarian. Namanya Pandiangan dan Tukul. Dadang berharap agar keduanya menyerahkan diri karena pihaknya sudah mengetahui keberadaan mereka. “Kita berharap, mereka segera menyerahkan diri. Karena kita sudah tahu di mana mereka,” katanya. [KM-05]














