Belasan Kambing di Tapanuli Selatan Diduga Diserang Kucing Emas, Kemaluannya Dimakan

Kucing emas. (Istimewa)

MEDAN, KabarMedan.com | Belasan ekor kambing di Kampung Rispa, Desa Pargarutan Jae, Kecamatan ngkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan dikabarkan mati diduga akibat diserang kucing emas. Pada tubuh bangkai kambing itu, terdapat cakaran di bagian leher dan luka di bagian kelamin. Di sekitar lokasi, ditemukan jejak kaki kucing emas.

Dikonfirmasi melalui telepon pada Rabu (7/7/2021) sore, Kepala Seksi Wilayah V Sipirok, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Refdi Azmi menjelaskan, pihaknya menerima informasi kematian belasan kambing milik warga itu pada hari Jumat (2/7/2021) yang lalu.

Dari laporan tersebut, pihaknya kemudian menuju lokasi dan melakukan pengecekan di sekitar lokasi. Belasan kambing itu sudah dikuburkan oleh warga. Pihaknya menemukan jejak kaki diduga kucing emas di sekitar lokasi. Dari 11 bangkai kambing yang sudah dikuburkan itu, pihaknya hanya mengecek satu lokasi saja dan menemukan ada luka cakaran di bagian leher dan juga luka di kelaminnya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

“Kemarin, itu sudah ditanam semua bangkainya. Kita coba gali satu, mau lihat, bagaimana kondisi bangkainya,” katanya.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan dari masyarakat, semua bangkai kambing itu memiliki luka cakaran dan hilang atau luka di bagian kelaminnya. “Yang dimakan itu kemaluannya. Itu salah satu perilaku kucing emas. Kalau macan dahan teralu kecil. Keterangan masyarakat, itunya (kelamin) aja yang luka,” katanya.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Saat ini, anggotanya masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Dia mengaku belum mendapat kiriman foto-foto bangkai kambing yang sudah digali oleh petugas setelah sebelumnya dikubur oleh warga. Begitupun, karena kondisi di lapangan, komunikasi belum begitu lancar.

“Saya belum mendapatkan foto-fotonya. Anggota saya masih di lapangan. Lokasinya di tengah-tengah kebun sawit,” katanya. [KM-05]