Bermula Saling Lirik dan Memaki, Dua Pelajar di Asahan Baku Hantam

Ilustrasi Penganiayaan Foto: Pixabay

MEDAN, KabarMedan.com | Bermula dari saling lirik dan memaki, dua pelajar di sebuan MAN di Asahan terlibat baku hantam. Aksi mereka menjadi tontonan sejumlah pelajar lainnya dan videonya viral di media sosial. Kasus itu berujung pada dikeluarkannya kedua pelaku dan delapan pelajar lainnya. Yang lebih miris, salah satu pelaku ternyata adalah ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Dalam video itu, terlihat ada dua laki-laki berdiri saling berhadap-hadapan di kebun karet. Keduanya terlihat masih mengenakan celana panjang warna biru muda. Satu di antaranya sudah tanpa alas kaki dan berkaos hitam. Sedangkan satunya lagi, masih berseragam lengkap namun mengenakan sweater.

Tak lama berselang, dengan sorakan sejumlah pelajar yang diduga dari sekolah yang sama keduanya langsung baku hantam. Salah satu orang jatuh tersungkur lalu berhasil melepaskan diri dan kabur. Dia melompati parit dan terjatuh. Video perkelahian itu berakhir saat itu. Sementara puluhan pelajar lainnya masih terus menyoraki.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Kepala Sekolah MAN Asahan, Ramli mengatakan, kedua orang yang berkelahi itu berinisial A dan F. Mereka adalah pelajar di sekolah yang dipimpinnya. Lokasi yang dijadikan tempat berkelahi adalah di Jalan Pabrik Benang, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Saat itu, mereka masih mengenakan atribut sekolah, yakni pakaian seragam.

“Mereka sudah dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing,” ujarnya, Selasa (21/12/2021) pagi.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Perkelahian itu sendiri, kata dia, bermula dari saling lirik dan memaki. Namun menurutnya yang paling miris dari kejadian itu adalah bahwa A merupakan ketua OSIS yang sudah semestinya memberi teladan kepada pelajar yang lain, bukan berkelahi dan akhirnya viral di media sosial. Selain A dan F, pihaknya juga mengeluarkan 8 pelajarl lainnya yang memanasi dan memviralkan video tersebut.

Begitupun terhadap pelajar lain yang hanya melihat saja di kejadian itu untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Langkah tegas itu, kata dia, agar para orangtua memerhatikan anak-anaknya serta memberi pengertian agar tak melakukan hal-hal yang tidak perlu. [KM-05]