Cara Hemat Biaya Dengan Pompa Air Tanpa Listrik

Ilustrasi

MEDAN, KabarMedan.com | Dengan semakin modernnya zaman, dimana teknologi terus berkembang, tidak hanya semua alat serba listrik yang terus dikembangkan dalam membantu kegiatan manusia.

Justru, kini alat-alat modern tanpa harus menggunakan listrik juga dikembangkan, tujuannya agar semakin simple, hemat energy, dan hemat biaya. Demikian juga dengan pompa air, kini telah hadir pompa air tanpa listrik.

Jenis pompa air ini banyak digunakan di daerah pertanian yang membutuhkan irigasi. Biasanya, air yang harus ditarik adalah air dari sungai atau sumber mata air lainnya untuk mengairi lahan pertanian masyarakat, bahkan sebagian juga ada yang dijadikan sumber air untuk rumah tangga.

Permasalahannya, jika menggunakan pompa air listrik sangat tidak mungkin. Bukan kebutuhan dayanya saja yang dipertimbangkan, sumber listriknya pun menjadi permasalahan. Bukan masalah jauhnya, tapi di sebagian daerah aliran listrik bahkan belum tersedia. Kehadiran pompa air tanpa listrik pun menjadi solusi yang sangat membantu bagi keadaan ini.

Cara Kerja Pompa Air Tanpa Listrik

Tanpa harus menggunakan bahan bakar, listrik, hingga mesin, dari segi biaya operasionalnya pasti akan lebih hemat. Lalu, jika tanpa bahan bakar, tenaga listrik, dan mesin, darimana pompa tersebut mendapatkan tenaganya untuk menarik air? Maka, untuk menjawab hal tersebut kita akan membahas cara kerjanya.

Pada pompa ini ada pipa pemasukan dan keluar. Untuk kerjanya, gaya dorong air akan menutup serta menyetop secara otomatis ketika gaya dorong air tersebut masuk ke dalam pompa, yaitu dengan mendorong katup keluar atau pembuangannya ke bagian atas.

Akibat hal ini, daya tekan pipa pemasukan pun akan memaksa air baik ke bagian pipa pengeluaran atau pipa pengantar. Air kemudian keluar, bisa langsung di tamping untuk digunakan baik untuk kebutuhan irigasi maupun rumah tangga.

Adanya tekanan tinggi yang beradi di dalam pompa tersebut juga secara otomatis akan mencegah terjadinya tekanan dalam katup pengeluaran atau pengantar, tepatnya ruang udaranya. Sehingga, katup akan terbuka dan melalui pemasukan, air pun akan mengalir.

Dimana, frekuensi siklus ini akan terjadi dengan sangat cepat dan berulang-ulang. Dalam daya tahan, kita bisa mengandalkannya hingga 20 tahun pemakaian dimana per harinya pun kita bisa menggunakannya selama 24 jam tanpa henti. Tapi, debit air sungai atau sumber airnya juga harus diperhatikan, minimal 5 liter perdetik. [KM-01]