Di Tangkahan, Ada Anak Gajah Dipukul Mahout, Ada Juga Bayi Gajah Jantan Baru Lahir

Bayi gajah jantan baru lahir pada Rabu (17/11/2021) dinihari di Tangkahan, Langkat.

MEDAN, KabarMedan.com | Di kawasan wisata Tangkahan yang berada di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, ada dua kejadian berkaitan dengan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Pertama, viralnya anak gajah yang dipukul mahout atau pawang gajah dan mendapat reaksi negatif, kemudian ada kabar baik yakni lahirnya bayi gajah jantan pada Rabu (17/11/2021) dinihari.

Video pemukulan anak gajah yang dipanggil Boni itu diunggah akun Instagram @jakartaanimalaidnetwork. Unggahan itu tayang lebih dari 50 ribu kali dengan ratusan komentar yang umumnya negatif diarahkan kepada mahout. Unggahan itu tak bisa ditemukan lagi. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Adhi Nurul Hadi mengatakan, anak gajah bernama Boni.

Dikatakannya, gajah adalah satwa liar dan memiliki insting liar sehingga walaupun sudah lama di pusat pelatihan satwa khusus gajah, perilakunya tetap harus dipantau. Dengan ukuran badannya yang besar, dapat berpotensi membahayakan manusia yang ada di sekitarnya, baik itu pengunjung ataupun mahout itu sendiri atau kepada gajah liar lainnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Selama ini, sudah ada ada beberapa contoh kejadian yang berakibat fatal terhadap orang maupun gajah lainnya sehingga menjadi pelajaran untuk benar-benar menjaga perilaku gajah di Tangkahan. Ada beberapa perlakuan untuk menjinakkan gajah liar dan itu pun dilakukan dengan pengawasan dokter hewan yang menjadi mitra.

Plt. Kepala BBTNGL, Adhi Nurul Hadi.

Perlakuan itu sebatas menjadikan gajah tersebut jinak. “Dalam arti bahwa benar-benar nurut sama si mahoutnya. Tentunya ini kami perhatikan kesejahtreraannya. Pada saat gajah itu sakit, tentu perlakuannya juga beda. Intinya saat gajah itu nurut, perlakuannya dibatasi,” katanya.

Pihaknya meminta maaf video tersebut memunculkan persepsi yang berbeda terhadap perlakuan gajah. Memperlakukan gajah, tidak seperti memperlakukan kucing domestik. “Karena intinya ingin mengamankan gajah liar itu sendiri dan orang di sekitarnya,” katanya.

Gajah jinak di Tangkahan itu berfungsi untuk mitigasi konflik satwa liar sekaligus untuk monitoring dan patroli di dalam kawasan TNGL sekaligus pendidikan konservasi bagi masyarakat sekitar. Di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 22/2019, kata dia, pusat pelatihan satwa khusus memiliki persyaratan.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Mulai dari tersedianya sarana perawatan, sarana penjinakan, tempat penjinakan dan memperlihatkan memang gajah liar yang dijinakkan di pusat pelatihan satwa khusus itu harus dijaga kejinakan dan pergerakannya sehingga tidak membahayakan mahout dan gajah lainnya.

Kelahiran bayi gajah
Dikatakannya, pada pukul 03.00 WIB, telah lahir seekor gajah jantan dari induk gajah betina Olive. Ini adalah kelahiran yang kedua pada tahun ini. Pada bulan Februari 2021, lahir gajah Boni. Lahirnya bayi gajah ini menunjukkan bahwa gajah liar masih mau bereproduksi menjadi indikasi satwa dilindungi itu merasa nyaman di tempatnya.

“Sebelumnya ada 4 kelahiran anak gajah di Tangkahan. Selain menunjukkan gajah ini mau beradaptasi, juga menjaga populasi gajah sumatera,” katanya.

Kondisi bayi gajah jantan dalam keadaan sehat. Gajah Olive dan anaknya sudah dipisahkan dari gajah-gajah lainnya dan dipantau terus menerus. Dengan lahirnya gajah jantan ini, di Tangkahan kini terdapat 10 ekor gajah yang terdiri dari 7 betina dan 3 jantan. [KM-05]