Dua Korban Binomo Kembali Melapor di SPKT Polda Sumut, Kini Giliran ‘Guru’ Indra Kenz

Dua korban Binomo dan Oxtrade melapor ke SPKT Polda Sumut pada Selasa (22/3/2022) sore. Korban juga menyertakan barang bukti berupa buku trading dengan gambar salah satu terlapor.

MEDAN, KabarMedan.com | Setelah sebelumnya Z dan J alias NW dilaporkan ke SPKT Polda Sumut terkait dugaan penipuan modus Binomo, kali ini giliran SFP dan 3 orang lainnya yang dilaporkan 2 orang korbannya. SFP disebut sebagai ‘guru’ dari tersangka Indra Kenz.

Dua korban yang melapor berinisial SA, warga Kota Medan dan JLT warga Simalungun. Kepada wartawan pada Selasa (22/3/2022) sore, kuasa hukum korban, Dongan Nauli Siagian menjelaskan, ada 4 orang yang dilaporkan berinisial FSP, BS, RP, dan EL dengan nomor LP/B/531/III/2022/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA dan LP/B/532/III/2022/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

“Keterlibatan dengan IK, FSP itu adalah gurunya IK,” ujar Dongan didampingi timnya dan dua korban.

Modusnya yang dilakukan keempat orang terlapor, menurut Dongan, masih sama dengan 2 korban telah melapor sebelumnya. Kedua korban awalnya melihat konten di YouTube dan Instagram kemudian masuk ke link, dan diiming-imingi laba besar. “(Kerugian) hampir setengah miliar (rupiah). Korban S sekitar Rp 300 juta, JL 80,” katanya.

Dikatakannya, para korban dan terlapor memiliki group sama berisi 400 orang dan 40 di antaranya sudah melapor ke posko pengaduan korban Binomo di samping Mapolsek Medan Sunggal dan saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti. “(Bukti yang dilampirkan) tadi bukti chat, buku trading, rekening koran dan akun,” katanya.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Keempat terlapor dilaporkan dengan Pasal 28 jo 372 dan 378 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. SA, salah satu korban mengaku dia melapor ke Polda Sumut agar tidak ada lagi yang menjadi korban serta berharap ditindakluti polisi. Dia ikut Binomo sejak 2020 dan berhenti pada Februari 2022. “Mereka membilang, untuk dapatkan cuan 300 – 500 ribu gampang banget,” katanya.

Dia mencari tahu dan menemukan link Fakar Trading dan ada pilihan Binomo serta satub aplikasi lainnya. Dia klik Binomo dan Dia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 300 juta. “Untuk belajar khusus tidak. Tapi saya ikut untuk trading bareng dengan afiliatior tersebut dan gara-gara main Binomo saya kehilangan nyawa seorang anak saya,” katanya.

SA lalu menunjukkan buku berukuran besar bertuliskan AKADEMI TRADING dengan gambar seorang pria berkacamata dengan jas berwarna merah maroon. “Yang ada di sini dan yang kita lakukan, itu sama sekali tidak (sama). Karena begitu mau live trading bareng, dia konfirmasi dengan orang Binomo. Makanya selama sama mereka kami tak pernah loss dengan posisi live bareng. Tapi setelah tidak live bareng, kami loss,” kataya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Dia pernah menang Rp 100 juta. Kemenangan itu menurutnya sebagai penarik saja. Jika diakumulasi, kekalahannya jauh lebih banyak. Dicontohkannya, hari ini profit Rp 15 juta, besoknya kalah Rp 30 juta. Kekalahan itu untuk membuat penasaran. Dia mengaku pertama kali top up untuk deposit sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Paling besar Rp 40 juta. (apakah buku itu berguna) ini tidak berguna karena yang namanya selagi masih main trading, pasti masih akan rugi. Kalau mau menang ya jadi afiliator atau mentor. Selain mentor dan afiliator, pasti akan habis terkuras,” katanya. [KM-05]