Dua Orang Tewas Tertabrak Kereta Api Dalam Dua Hari Ini

MEDAN, KabarMedan.com | Dua orang tewas dalam kecelakaan di perlintasan kereta api di Medan dalam dua hari ini. Satu di antaranya tanpa identitas dan diduga menderita bisu dan tuli.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 15.00 wib. Saat itu, seorang saksi mata bernama Yogi Prabowo sedang duduk-duduk di dekat lokasi kejadian. Dia melihat seseorang melintasi rel dan di saat yang sama kereta api melaju kencang.

Saat itu, kereta api dari arah Jalan Wahidin sudah membunyikan klakson panjang dan laki-laki yang melintas tersebut tertabrak lalu terpental 3 meter. Korban terkapar di tanah dengan luka di bagian kepala.

Korban diketahui bernama Edward Tanoto (13) tahun. Warga Jalan Logam, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area. Atas kejadian tersebut, kedua orangtua korban membuat pernyataan didampingi Kepala Lingkungan, tidak dilakukan autopsi kemudian membawanya ke rumah ‘duka.

Kejadian kedua terjadi pada Kamis sore tadi (3/10/2019), sekitar pukul 14.30 wib di perlintasan kereta api di Jalan Kalianda, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, seorang pria tanpa identitas juga mengalami hal yang sama. Dia mengalami luka di bagian kepala.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Kepala Lingkungan VII, Jalan Bintang, Ismed Ginting saat dihubungi via telepon membenarkan telah terjadi kecelakaan kereta api yang mengakibakan tewasnya korban.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar yang melihat kejadian itu, korban sedang mengambil jemuran yang lokasinya tidak jauh dari perintasan kereta api.

Di saat yang sama kereta api dari arah Bandara Internasional Kuala Namu menuju Stasiun Medan melaju dengan kencang. Warga yang saat itu berada di lokasi sudah memperingatkan korban namun korban seperti tidak mendengarnya.

“Jadi dia sudah diteriaki warga yang di seberang rel. Awas-awas kereta api katanya, tapi kayaknya tak dengar. Dia biasa aja. Kemungkinan tuli, soalnya yang teriak itu hanya 4 meter jaraknya dari dia, aturannya kan dengar. Akhirnya tertabrak. Terseret lah kira-kira 10 meter,” katanya.

Dijelaskannya, warga yang tinggal di lokasi tidak mengenal korban. Menurut warga, korban baru dua atau tiga hari berada di sekitar lokasi. Kemungkinan, lanjut dia, dia memiliki kawan  warga sekitar.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Informasi dari warga sini, dia datangnya dari Kolam Deli. Baru datang semalam, sama hari ini berarti baru dua hari lah. Aktifitasnya di sini, tidak ada. Kabarnya ada di sekitar situ kawannya, tapi tak tahu pula siapa namanya,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang mereka lakukan, diketahui bahwa sebelum kejadian korban baru saja mengambil pakaian yang dijemurnya tak jauh dari rel.

“Korban juga diketahui tuli dan bisu, sehingga diduga tidak menyadari kereta yang datang,” ungkapnya kepada wartawan.

Setelah mengambil pakaiannya dari jemuran, korban  menyebrangi perlintasan rel dan di saat yang sama, datang kereta api dengan kecepatan tinggi yang melintas dari arah Bandara Kualanamu menuju Stasiun, sehingga kemudian korban tertabrak.

“Selanjutnya korban di evakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan VER (Visum Et Repertum),” jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah memeriksa 2 orang saksi atas kejadian ini. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah kardus yang berisikan pakaian korban. [KM-05]