MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dilaporkan ke Polda Sumut terkait dugaan penghinaan oleh pelatih biliar, Khairudin (Coki) Aritonang pada Senin (3/1/2022).
Dikonfirmasi melalui telepon pada Senin siang, kuasa hukum Coki, Gumilar Aditya Nugroho membenarkannya. Laporan itu bernomor STTLP/03/I/2022/SPKT/POLDA SUMUT.
Pihaknya sudah menyampaikan bukti permulaan berupa bukti somasi, video yang beredar di media sosial dan dua orang saksi.
Dalam video itu, Gubsu melakukan penghinaan karena ada kata-kata sontoloyo, mengusir, mengatakan (Coki) tidak layak sebagai pelatih.
“Kita sudah melaporkan terkait dugaan penghinaan yang dihadapi oleh klien kita oleh pihak Gubernur Sumatera Utara. Sudah diterima pukul 11 siang tadi oleh Polda Sumut,” katanya.
Sebelum membuat laporan, pihaknya sudah membuat somasi kepada Gubsu Edy Rahmayadi agar meminta maaf namun hingga hari ini belum ada jawaban. Karena itu, pihaknya mengambil langkah-langkah sesuai kaidah hukum.
Perbuatan yang dilakukan oleh Gubsu, menurutnya sudah memenuhi unsur-unsur dugaan tindak pidana.
“Terkait pasal, tadi kami sudah melaporkan terkait dengan pasal 310 dengan jo 319 KUHPidana,” katanya.
Dia berharap Polda Sumut dapat bekerja secara profesional dan menjalankan hukum seadil-adilnya. Sampai sejauh ini pihaknya masih menunggu itikad baik dari Gubsu Edy untuk minta maaf secara terbuka.
“Harus undang klien kita, Coki, dan menyampaikan permohonan maaf di depan publik. Kalau itu dilakukan kita tidak akan menutup kemungkinan untuk melakukan perdamaian dengan Gubsu,” katanya.
Dia menambahkan perkataan Gubsu berbanding terbalik dengan prestasi klien kita. Terbukti klien kita menorehkan 12 medali, 7 perak dan 5 perunggu. “(penjeweran) benar. Kalau lihat di video benar (Coki dijewer) katanya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi melalui telepon membenarkan bahwa laporan dari Coki Aritonang sudah diterima di SPKT. “Iya betul, laporannya kita terima di SPKT,” ujarnya.
Sebelumnya, pada acara penyerahan bonus atlet dan pelatih berprestasi di PON Papua XX yang di rumah dinasnya, pada Senin (27/12/2021) Gubsu Edy Rahmayadi berpidato
mengaku senang atas prestasi kontingen Sumut dan ingin agar dunia olahraga Sumut semakin maju dan berprestasi.
Saat itu, Edy menegur Coki yang tidak ikut bertepuk tangan dan memanggilnya agar naik ke panggung. Saat itu, Coki mengatakan kepada Edy bahwa dirinya pelatih biliar.
Namun jawaban itu dibalas oleh Edy dengan mengatakan dirinya tak cocok jadi pelatih. Edy juga terlihat memegang telinga Coki dan sempat mengucapkan kata ‘sontoloyo’. [KM-05]














