MEDAN, KabarMedan.com | Seorang warga Jalan Cipto, Gang Sudiaman, Lingkungan I, Kelurahan Anggrung, Kec. Medan Polonia dikagetkan dengan mayat bayi tersangkut di antara tanaman di pinggir Sungai Babura, Rabu pagi tadi (21/8/2019). Saat itu dia hendak menanam cabai ke dalam polybag.
Kepada wartawan, sebelum menemukan adanya mayat bayi tersebut, dia penasaran dengan derasnya air Sungai Babura. Dia mengecek ban penahan bantaran sungai, namun justru menemukan mayat bayi perempuan tersangkut di antara tanaman di pinggir sungai.
Penemuan mayat mati perempuan tersebut terjadi pada Rabu pagi (21/8/2019) tadi sekitar pukul 10.00 wib. Elie awalnya sempat ragu dengan yang dilihatnya di pinggir sungai yang tepat berada di belakang rumahnya, antara boneka atau manusia. Maka dia memanggil seorang pekerja di rumahnya bernama Titik.
“Saya liat dari jauh ada yang nyangkut didekat pohon yang ada di sungai itu. Saya kira itu boneka, terus saya panggil pembantu saya. Ternyata pas kami liat itu bayi manusia,” katanya.
Dia pun bersama dengan Titik langsung menghubungi pihak kelurahan untuk menghubungi pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, petugas dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Medan Baru datang ke lokasi untuk mengevakuasi bayi tersebut.
Panit Sabhara Polsek Medan Baru, Ipda Charles yang datang ke lokasi menuturkan bahwa bayi yang berjenis perempuan tersebut diperkirakan berumur 2 hari. Dimana, bayi tersebut masih ada tali pusarnya. “Kalau diperkirakan umur bayi perempuan itu masih dua hari. Selanjutnya bayi ini akan kita bawa ke RS. Bhayangkara Medan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, tempat ini juga dikenal dengan Kampung Selfie atau Taman Edukasi Pangan Koengsi di mana di dinding tembok gang ini dicat warna-warni dengan tanaman merambat di langit-langitnya membentuk seperti koridor. Warga di kampung ini banyak menanam tanaman sayuran dengan susunan rapi. [KM-05]














